22 Mei 2020

Berita Golkar - Pemerintah telah menetapkan tiga indikator untuk menetapkan kondisi new normal di Indonesia. Yaitu tingkat penularan virus menurun, kesiapan fasilitas kesehatan, dan jumlah tes corona per hari.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR, Melki Laka Lena, mengatakan memang penting tiga indikator yang dijadikan acuan standar WHO itu. Tetapi, kata dia, perlu ada penyesuaian dengan kondisi di Indonesia yang terbilang dinamis.

"Standar WHO menjadi catatan tapi tetap harus disesuaikan dengan kondisi lokal yang terjadi dinamis," katanya kepada kumparan, Jumat (22/5).

Baca Juga: Dyah Roro Esti Bicara Dampak Ekonomi Pandemi COVID-19 di Forum Internasional

Menurut dia, ada beberapa hal yang juga perlu menjadi perhatian penting dari sekadar tiga indikator tersebut. Pertama terkait dengan penerapan protokol kesehatan yang jelas.

"Protokol kesehatan yang detail dan jelas harus dibuat dan disosialisasikan secara massif oleh berbagai tokoh bangsa melalui berbagai media cetak, elektronik dan online." ujarnya.

"Selain protokol umum, masyarakat perlu tahu dan paham semua detail protokol ketika keluar rumah dalam berbagai aktivitas," imbuh politikus Golkar ini.

Baca Juga: Agun Gunandjar Serahkan Bantuan Uang dan Sembako Untuk Korban Kebakaran Pasar Ciamis

Kemudian, ketegasan penerapan aturan dari standar displin dalam beraktivitas. Sehingga penularan dapat dicegah melalui kebijakan yang tegas dan didukung dengan kedisiplinan dari masyarakat.

"Perlu pastikan protokol kesehatan berjalan ketat dan disiplin sehingga penularan COVID-19 dapat dicegah. Aparat pemerintah memastikan semua kalangan masyarakat jalankan protokol kesehatan dengan baik," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa membeberkan tiga indikator penting menuju kondisi new normal. Pertama terkait dengan jumlah penularan virus, kesiapan alat kesehatan atau faskes, dan tes kesehatan. {kumparan}

fokus berita : #Melki Laka Lena


Kategori Berita Golkar Lainnya