30 Mei 2020

Berita Golkar - Setelah melepas jabatan sebagai Rektor Universitas Iqra Buru, kini Muhamad Mukaddar, Sag, MAg memilih terjun ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.Mukaddar diberi posisi sebagai Wakil Ketua Bidang Kerohanian dan Budaya di DPD I Partai Golkar Maluku.

Mantan Rektor Uniqbu  yang pernah sukses membawa satu-satunya perguruan tinggi swasta di Pulau Buru ini, resmi bergabung di Partai Golkar  dan telah diperkenalkan di Partai Golkar.

Saat ini ia intens mendampingi Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Ramly Ibrahim Umasugi dalam kegiatan pembagian bantuan beras sebanyak dua ton di Kecamatan Kepala Madan. “Pada kesempatan ini beta datang ditemani dua pengurus Partai Golkar Provinsi. Beta lebih jauh perkenalkan Ustad Amat Mukaddar,” tutur Ramly di Biloro, Jumat sore (29/5/2020).

Baca Juga: Hetifah Bagikan Ribuan APD Untuk Tenaga Medis di Kaltim Kaltara Lewat FK Unmul

Menurut Ramly,  mantan rektor Unigbu ini sebentar lagi sudah menyandang gelar doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayahtullah, Jakarta di bidang ilmu tafsir AlQuran.

Usai memperkenalkan Mantan Rektor Uniqbu ini, Ramly kemudian menyampaikan maksud tujuan DPD I Partai Golkar Maluku datang ke Kecamatan Kepala Madan untuk membagi bantuan beras sebanyak dua ton dan juga membagikan  masker.

Bantuan  ini adalah Program Peduli Covid-19 Partai Golkar di seluruh wilayah Republik Indonesia dan beberapa minggu lalu, Ketua DPD I Partai Golkar  Maluku juga melakukan hal yang sama di Kecamatan Jazirah Laihitu.

Baca Juga: Zainul Miftah Sambangi Rumah Muhammad Fajar, Pemuda Penderita Kanker Bibir di Teluk Pucung

Berkesempatan mendampingi Ketua DPD  Propinsi Maluku, Ramly Umasugi,  Mukaddar sempatkan waktu shalat dan menjadi Imam waktu Magrib,Isyah  Subuh dan Jumat sekaligus bertindak sebagai khatib pada Madjid An’Nur di Biloro di Kota Kecamatan Kepala Madan.

Saat diberi kesempatan menyampaikan sambutan menyalami warga Biloro, Ustad Ammat terlebih dahulu memohonan maaf kalau mereka sedikit terlambat menemui warga di sana, karena di perjalanan harus singgah dan bersua dengan warga di beberapa desa lainnya guna mengulurkan bantuan yang sama.

Menurut Ustad Ammat, masyarakat kini dihantui dan ditakuti dengan masalah corona. Dalam kondisi seperti inilah kemudian Partai Gokar peduli dan tetap hadir di tengah masyarakat .

Baca Juga: Bila Korban COVID-19 Bertambah, Ace Hasan Bakal Jadi Yang Pertama Minta Hentikan New Normal

Ia menjelaskan, bantuan dari DPD I PG Maluku ini sudah menjangkau banyak kabupaten/kota termasuk di Kabupaten Buru Selatan. Paket sembako dan masker juga sudah ikut disalurkannya kepada masyarakat di Namrole, Ibukota Kabupaten Buru Selatan.

Dalam kesempatan itu, Ustad Ammat juga menghimbau masyarakat Kecamatan Kepala Madan yang masih aman dari virus Covid-19 agar tidak panik. Masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan dan bersikap tenang menghadapi wabah pandemik yang kini melanda dunia. Ia turut berterimakasih karena masyarakat mau menghadiri kegiatan partai Golkar  peduli.

“Mudah-mudahan kegiatan Golkar Peduli ini tidak berhenti sampai di sini. Dan di masa yang akan datang Golkar akan mendesain Kabupaten Buru Selatan sebagai Kabupaten yang bermartabat dan berwibawa di Propinsi Maluku,”tutup Ustad Ammat.

Baca Juga: Supriansa Nilai Kenaikan Ambang Batas Parlemen 7 Persen Adalah Gagasan Yang Bagus

Niat Muhammad Mukaddar menjadikan Kabupaten Buru Selatan sebagai kabupaten yang berwibawa dan bermartabat itu juga telah dituangkannya dalam visi dan misi saat ikut mendaftarkan diri di beberapa partai politik dalam bursa pencalonan Bupati Bursel periode 2021-2026 nanti.

Kehadirannya sebagai kaum muda di bursa calon bupati sangat direspon masyarakat. Bahkan Ketua DPD Partai Nasdem, Muhajir Bahta pada Oktober 2019 lalu pernah menegaskan rasa sukanya bila  kaum muda memimpin Kabupaten Buru Selatan lima tahun mendatang.

Bahta juga adalah satu anak muda yang karier politiknya di Partai Nasdem Bursel kini lagi cemerlang . Oleh partainya ia telah diserahi tugas menjadi Ketua DPRD Bursel periode 2019-2024.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Dasar Etis dan Saintifik Terkait COVID-19 Untuk Lanjutkan Tahapan Pilkada 2020

Selaku anak muda, Bahta kembali menunjukan rasa sukanya kalau kelak Bupati Bursel juga dari kalangan anak muda. Ia mengaku nyaman bila nanti bekerja dengan eksekutif yang dipimpin anak muda pula. “Sama-sama muda.Bupati maupun ketua dewan,”imbuh Bahta waktu itu.

Sosok Mukaddar

Muhammad Mukaddar/ Wael, dilahirkan di Desa Waelikut, sebuah desa kecil di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan pada tgl 1 Maret 1976.

Menyelesaikan pendidikan di MI Muhammadiyah Waelikut pada tahun 1988, kemudian MTs Muhammadiyah Waelikut pada tahun 1991.Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke MA Al Hilaal Namlea yang diselesaikan pada tahun 1994.

Baca Juga: Nyoman Sugawa Korry Sebut Upaya Golkar Bali Lawan COVID-19 Ibarat Lilin Kecil Di Ujung Terowongan

Setahun setelah selesai dari Madrasah Aliyah Namlea, Mukaddar berangkat ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Pesantren Modern Muhammadiyah di Paciran Lamongan.

Bersamaan dengan pendidikan pesantren tersebut, Mukaddar melanjutkan pendidikan tingkat strata 1 pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Pacitan dan diselesaikan pada tahun 2000.

Pendidikan bahasa inggris diambil pada tahun 1997 di Pare Kediri dan kemudian menjadi skil untuk mengajar bahasa inggris di Yogyakarta sebagai dosen pada tahun 2001 lalu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Islam selama 2 tahun.

Baca Juga: Beberapa Plt Ketua Kabupaten/Kota Dicopot, Golkar Sulsel Memanas

Setelah itu Mukaddar kembali ke Pulau Buru dan meneruskan pengabdiannya di MA Al Hilaal Namlea, sekolah yang menjadi almamaternya sendiri selama tiga tahun.

Pada tahun 2009 Mukaddar mendapat bantuan pendidikan  dari pemerintah Kab. Buru untuk melanjutkan program S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menyelesaikannya pada tahun 2013.

Adapun karya-karya ilmiyah yang sudah diterbitkan adalah beberapa buku yang ditulis dan dipublikasikan, antaranya, Pendidikan Islam Ekologis pada tahun 2013, Pendidikan Islam Spiritual pada tahun 2015, Pendidikan Islam, Sebuah Bingkai Pluralitas pada tahun 2017.

Baca Juga: Bamsoet Dorong DPR Segera Tuntaskan Pembahasan RUU Perlindungan Data Pribadi

Kemudian, buku Khutbah Jumat pada tahun 2018, dan beberapa karya yang dimuat pada jurnal-jurnal baik lokal maupun nasional.  Pada tahun 2015 lalu, Mukaddar dipercaya sebagai Rektor Universitas Iqra Buru sampai tahun 2019. Selain itu Mukaddar juga menjadi Pembina BKPRMI Kabupaten Buru sampai sekarang.

Mukaddar juga pernah menjadi  Ketua Tim seleksi Anggota KPUD Kabupaten BURU pada tahun 2016 lalu. Ia juga pernah diberi tanggungjawab  menjadi Tim Seleksi Sekda kab Buru tahun  2014. Pada tahun 2018 Mukadar Menjadi Tim Seleksi pimpinan OPD dalam Lingkup Pemerintah Kab Buru.

Di  tahun 2018 dipercaya sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Buru. Saat ini Muhammad Mukaddar sedang menyelesaikan program S3 (doktor) pada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. {beritabeta.com}

fokus berita : #Muhamad Mukaddar


Kategori Berita Golkar Lainnya