04 Juni 2020

Berita Golkar - Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin mengimbau warga negara Indonesia yang berada di Amerika Serikat, tidak ikut berdemo terkait kematian George Floyd. Hal tersebut disampaikan Aziz untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan.

Menurutnya, pemerintahan yang menganut sistem demokratis di seluruh dunia, tentu tidak menyukai adannya ketidakadilan, khususnya rasisme. Apalagi, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis yang mengatur tentang hal ini.

"Jangan ada oknum yang mengadu domba dalam peristiwa ini, ini perlu segera di luruskan dan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Aziz kepada wartawan, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Baca Juga: Yasir Ridho Lubis Kembalikan Uang Rp.17 Juta Kepada KPK, Golkar Sumut Bungkam

"Sehingga law and order akan mampu di terapkan dengan baik dalam rangka memutus peredaran disinformasi maupun hate speech dan segala bentuk ujaran kebencian yang era digital saat ini. Sehingga kita bisa kembali fokus menangani Covid 19 dan kembali menjalankan roda ekonomi serta penerapan new normal sesuai dengan tantangan global saat ini," sambung Aziz.

Politikus Golkar berharap, setelah adanya gelombang demontrasi besar terkait George Floyd, tidak ada lagi rasisme yang berkembang di Amerika.

"Perkembangan yang terjadi di Amerika sepenuhnya urusan dalam negeri Amerika, namun saya meyakini fondasi Demokrasi serta aturan hukum di Amerika mampu mengendalikan situasi yang sedang berkembang secara konstruktif," ujar Aziz.

Baca Juga: Benarkah Bupati Tatto Suwarto Dapat Restu Untuk Pimpin Golkar Cilacap?

Ia menilai, pemerintah Amerika seyogyanya dapat segera merangkul para tokoh agama dan masyarakat untuk meredakan permasalahan ini. "Jangan sampai berlarut dan membawa dampak siginifikan kepada berbagai aspek" ucap Aziz. {www.tribunnews.com}

fokus berita : #Azis Syamsuddin


Kategori Berita Golkar Lainnya