04 Juni 2020

Berita Golkar - Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia menjelaskan alasan terkait kenapa DPR menyetujui Pilkada 2020 dilaksanakan pada 9 Desember mendatang. Sebab, tidak ada satu pihak pun di dunia ini yang bisa menjamin kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

Selain itu, lanjut Doli, sebanyak 47 negara dan 30 negara di antaranya telah melaksanakan pemilu di tengah pandemi. Sementara sisanya belum memutuskan terkait kapan akan dilaksanakan pemilu tersebut.

"Sampai sejauh ini sudah ada 47 negara yang sudah memastikan baik yang sudah berlangsung pemilunya maupun sedang dalam persiapan akan laksanakan nasional maupun lokal di tahun 2020. 30 di antaranya sudah melaksanakan sejak Maret kemarin seperti di Korea Selatan," kata Doli dalam diskusi virtual yang digelar oleh Majelis Nasional KAHMI, Kamis (4/6).

Baca Juga: Golkar Merauke Bagikan 1000 Karung Beras di 11 Kelurahan Terdampak COVID-19

"Bahkan Indonesia itu yang terkahir di bulan Desember 2020. Semua sudah berlangsung pada Maret kemarin sebagian, dan yang sangat fenomenal itu nanti Amerika juga akan melaksanakan pemilu nasional presiden," imbuhnya.

Doli mengatakan, KPU, hingga Bawaslu mengusulkan sejumlah anggaran penyelenggaraan Pilkada 2020. Dari nominal penambahan anggaran yang diajukan, kata dia, rata-rata 80 hingga 90 persen untuk kebutuhan ketersediaan alat kesehatan.

"Dari sekian angka yang diajukan KPU, Bawaslu dan DKPP itu memang 80-90 persen adalah alat kesehatan yang dibutuhkan mulai dari penyelenggara sampai pemilih."

"Dan itu akan kita diskusikan Selasa depan, bukan hanya dengan Mendagri tapi juga Menteri Keuangan dan Gugus Tugas untuk membicarakan teknis pengadaan barang-barang itu, dan itu semua dalam rangka menerapkan protokol kesehatan," jelas politikus Golkar ini.

Baca Juga: Reses Di Cilacap, Tetti Rohatiningsih Blusukan ke Beberapa Desa di Nusawungu dan Binangun

Ia menyebut, DPR bersama pemerintah dan KPU telah menyepakati terkait adanya penambahan jumlah TPS. Dan juga penambahan jumlah bilik suara dan jadwal pencoblosan bagi pemilih di tingkat RT dan RW secara berjenjang.

"Kita juga sepakati TPS bertambah. Biliknya juga akan ditambah, biasanya 4 atau 5, menjadi 8 atau 10, ini supaya tidak terjadi antrean panjang. Undangan memilih juga berisi tentang jam pemilihan misalnya RT 01 dari jam 07.00 sampai jam sekian," kata dia.

"Orang yang hadir pakai masker, sarung tangan, mencuci tangan harus pakai hand sanitizer, memakai alat pengukur suhu dan kemudian menjaga jarak. Itu desain-desain yang sekarang sedang dimatangkan," tutupnya. {kumparan.com}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia


Kategori Berita Golkar Lainnya