14 Juni 2020

Hendra Budian Tak Permasalahkan Dirinya Tak Masuk Kepengurusan Golkar Aceh 2020-2025

Berita Golkar - Hendra Budian buka suara terkait tidak masuk dalam kepengurusan Partai Golkar Provinsi Aceh periode 2020-2025 setelah banyak pihak mempertanyakannya. Dia mengatakan tidak mempersoalkan namanya tidak masuk kepengurusan periode ini, meskipun dirinya termasuk salah satu kader muda yang unggul.

"Saya tidak mempersoalkan perihal diri saya yang tak masuk dalam kepengurusan baru untuk DPD I Golkar Aceh masa bakti tahun 2020-2025. Selaku kader saya siap bekerja sesuai amanah partai," katanya kepada Serambinews.com, Minggu (14/6/2020).

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Aceh TM Nurlif mengumumkan struktur kepengurusan partai tersebut masa bakti 2020-2025. Pengumuman sekaligus pembagian SK pengurus itu dilakukan dalam rapat terbatas di Kantor Golkar Aceh, Banda Aceh, Sabtu (13/6/2020).

Baca Juga: Bamsoet Sebut Suarakan Keadilan Tak Sama Dengan Makar Atau Tindakan Kriminal

SK Nomor SKEP-19/DPP/IV/2020 tertanggal 30 April 2020 itu ditandatangani oleh Ketua Umum Airlangga Hartato dan Sekretaris Jenderal Lodewijk F Paulus. "Mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Masa Bakti 2020-2025 (hasil musda)," demikian bunyi keputusan yang baru diterima pertengah Mei lalu.

Menariknya, dalam kepengurusan itu tidak ada nama Hendra Budian. Padahal dalam kepengurusan sebelumnya, Hendra yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRA dan Plt Ketua Golkar Bener Meriah menduduki posisi Wakil Ketua Golkar Aceh.

Kepengurusan DPD Partai Golkar Aceh kali ini berjumlah 120 orang. Sebagian besar berasal dari kalangan muda. Selebihnya merupakan senior dan perwakilan perempuan. "Saya berpikir positif thinking. Saya melihat kepengurusan sekarang adalah orang-orang yang profesional dan terbaik di bidangnya. Ini justru lebih baik," ujar Hendra.

Baca Juga: Ini Susunan 120 Pengurus Partai Golkar Aceh Periode 2020-2025

Sampai saat ini, Hendra mengatakan masih diberikan mandat oleh partai untuk bertugas sebagai pimpinan DPRA, menjadi kader fungsional untuk menyuarakan kepentingan rakyat di DPRA.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua TM Nurlif yang telah memberikan banyak kepercayaan dan posisi kepada saya selama periode 2015-2020," ungkap dia.

"Ketua TM Nurlif adalah abang saya. Saya belajar banyak dari beliau dalam berbagai momentum dan kesempatan untuk membesarkan partai Golkar Aceh," tambah Hendra yang juga menjabat Plt Ketua Partai Golkar Bener Meriah ini.

Baca Juga: TM Nurlif Surati Abuya Sarkawi Minta Tetap Memimpin Bener Meriah Hingga Akhir Jabatan

Dengan semangat menyukseskan Partai Golkar, Hendra menegaskan bahwa semua kader wajib menjaga konsolidasi untuk kembali meraih kemenangan di Pilkada serentak dan Pemilu 2024. {aceh.tribunnews.com}

fokus berita : #Hendra Budian