15 Juni 2020

Hendra Budian Tak Masuk Kepengurusan Golkar Aceh, Andi Sinulingga Sebut TM Nurlif Tak Akomodatif

Berita Golkar - Ribut-ribut soal kepengurusan DPD I Partai Golkar Aceh yang baru juga menjadi perhatian tokoh Golkar di Pusat. Mantan Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh-Sumatera Utara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Andi Sinulingga, juga menyayangkan sikap yang diambil oleh Ketua DPD I Golkar Aceh, TM Nurlif.

Andi Sinulingga bahkan dengan terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak mendukung Nurlif saat kembali mencalonkan diri sebagai ketua. Andi mengatakan, tidak masuknya Hendra Budian dalam struktur kepengurusan Golkar Aceh yang baru karena Nurlif tidak akomodatif.

"Hendra tidak masuk, itu hampir pasti karena Nurlif tidak akomodatif dan tidak punya jiwa besar. Leadership-nya rendah," pungkas Andi Sinulingga. 

Baca Juga: Gantikan Hendra Budian, Ilham Akbar Ditunjuk Nahkodai AMPG Aceh

Ia kemudian membandingkan dengan kondisi di DPP, terkait dengan revalitas antara Airlangga Hartanto dengan Bambang Soesatyo. Meski berlawanan, namun Bambang Soesatyo tetap masuk sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Demikian juga seharusnya sikap yang diambil Nurlif terhadap Hendra Budian. "Gitu-gitu kan beliau (Hendra Budian) Anggota DPRA, juga sebagai Wakil Ketua DPRA," ujar Andi Sinulingga.

Karena itu, apa yang disampaikan mantan pengurus Golkar Aceh, Suprijal Yusuf, ia nilai sudah sangat tepat. Kompromi harusnya dikedepankan. Karena kompromi itu yang kemudian membuat Husin Banta mengurungkan niatnya untuk maju ketua, meski sebelumnya sempat mendeklarasikan diri.

"Apa yang dikatakan Sufrijal benar sekali. Musda itu bisa aklamasi karena ada kompromi. Semua kubu Husin Banta seharusnya dimasukkan kembali ke posisi semula," ujar Andi Sinulingga.

Baca Juga: Ini Susunan 120 Pengurus Partai Golkar Aceh Periode 2020-2025

Gaya kepemimpinan Nurlif itulah yang kemudian membuat Andi tidak mendukung Nurlif saat kembali ingin memimpin Golkar Aceh. "Bukan karena sentimen pribadi atau ada kepentingan lain, tapi lebih karena leadership-nya (Nurlif) yang tidak produktif untuk membesarkan Golkar Aceh," tegas Andi.

"Lihat saja kepemimpinan sebelumnya, dan mari kita lihat sama-sama bagaimana Golkar Aceh ini ke depan, ide apa yang digulirkan dan program apa yang dikerjakan untuk Aceh. Mari kita lihat sama-sama. Bagi saya, asal baik saya bersyukur dan pasti saya katakan baik," tambah Andi Sinulingga.

Politik itu, lanjut Andi, harus dewasa. Musda juga hanya permainan politik, sehingga tidak perlu bawa perasaan (baper). "Musda cuma political game, jangan Baperan. Watak politik begitu tidak akan ada manfaatnya buat banyak orang," pungkas Andi Sinulingga.

Baca Juga: Hendra Budian Tak Permasalahkan Dirinya Tak Masuk Kepengurusan Golkar Aceh 2020-2025

Hendra Budian sendiri, sebelumnya mengaku tidak mempersoalkan dirinya yang tidak masuk dalam kepengurusan baru DPD I Golkar Aceh masa bakti tahun 2020-2025. Selaku kader, Hendra mengatakan siap bekerja sesuai amanah partai.

“Saya berpikir positif thinking. Saya melihat kepengurusan sekarang adalah orang-orang yang profesional dan terbaik di bidangnya. Ini justru lebih baik,” kata Hendra Budian, Minggu (14/6/2020).

Hendra mengatakan, sampai saat ini ia masih diberi mandat oleh partai untuk bertugas sebagai pimpinan DPRA, menjadi kader fungsional untuk menyuarakan kepentingan rakyat di DPR Aceh.

Baca Juga: Sari Yuliati Minta Tujuh Pemerkosa Remaja di Tangerang Hingga Tewas Dihukum Seberat-beratnya

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua TM Nurlif yang telah memberikan banyak kepercayaan dan posisi kepada dirinya selama periode 2015-2020.

“Ketua TM Nurlif adalah abang saya. Saya belajar banyak dari beliau dalam berbagai momentum dan kesempatan untuk membesarkan partai Golkar Aceh,” imbuh Plt Ketua DPD II Golkar Bener Meriah ini. {aceh.tribunnews.com}

fokus berita : #Andi Sinulingga #Hendra Budian #TM Nurlif