17 Juni 2020

Berita Golkar - Sosok dokter Tirta Mandira Hudhi kini ramai diperbincangkan publik. Masalahnya, ia kedapatan berfoto di sebuah cafe tanpa melakukan jaga jarak. Padahal, selama ini dia dikenal sebagai influencer yang berada di 'garda terdepan' dalam meredam pandemi Corona di Indonesia.

Bahkan, ia kerap memberikan argumen dengan nada keras kepada orang-orang yang dianggapnya tidak turut menjaga protokol kesehatan maupun orang yang menurutnya punya pendapat yang berbeda dengan keyakinannya.

Oleh karenanya, Tirta menjadi bahan hujatan warganet karena dia dianggap tidak konsisten dengan perkataan maupun perbuatannya. Akun media sosialnya banjir hujatan, bahkan cemoohan. Tirta yang mengaku sudah meminta maaf, tersinggung dengan hinaan yang ditujukan kepadanya.

Baca Juga: Pilkada 2020, Ahmad Doli Kurnia Beralasan Tak Ada Yang Bisa Pastikan 2021 Kondisi Akan Lebih Baik

Ia bahkan mengultimatum kepada pihak-pihak yang menghujatnya untuk meminta maaf. Tirta mengaku sudah berkonsultasi dengan ahli hukum. Sejumlah akun memilih untuk menuruti imbaua Tirta untuk meminta maaf.

Namun, tindakan Tirta tersebut justru semakin menimbulkan gelombang hujatan kepada dirinya. Warganet menudingnya tidak berkaca kepada sikapnya selama ini yang gemar 'memaki' orang, meski ia klaim sebagai bagian dari edukasi.

Hal itu yang membuatnya berpikir untuk berkonsultasi dengan orang hukum. Warganet menuding Tirta sebagai orang yang 'baperan' atas kritik atau hujatan warganet. Padahal, kritik maupun hujatan warganet terjadi lantaran 'kecerobohan' dirinya ketika berada di Holywings.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Aktivis Lintas Generasi Jaga Stabilitas dan Kondusivitas

"Kalau dr. Tirta maki-maki orang, namanya edukasi gaes. Kalau orang lain goblokin dr. Tirta namaya menghasut dan ujaran kebencian, beda dooooong, makanya dia lapor," tulis akun Mazzini_gsp.

"Memarahi orang lain “edukasi”. Ketika di marahi orang lain “bullying” . Uda kayak motor aja pake standar ganda," tulis akun Jackjackite menyindir Tirta.

Tirta kemudian membalas bahwa ia sudah biasa dimarahi orang. Hanya saja, ia tidak suka orang mengatai dirinya dengan alat kelamin.

Tantang warganet

Tirta dalam sebuah tangkapan layar tampak 'menantang' untuk membuktikan apakah dia pernah menyerang dengan menyebut nama orang langsung.

Baca Juga: Stabilkan Situasi Politik, Airlangga Hartarto Jaga Soliditas Partai Koalisi Jokowi

Tantangan Tirta dibungkam dengan unggahan berupa jejak digital Tirta yang bahkan pernah mengumpat seorang tokoh dengan istilah alat kelamin.

Dalam sebuah tangkapan layar warganet, ia juga pernah mengumpat seorang tokoh dengan istilah alat kelamin, seperti yang saat ini dia persoalkan.

"Gak usah sok2an ngomong kesehatan mental akibat cyber bullying. Ini cuma teori sederhana sebab-akibat. Dan orang kaya elu, cuma ga mau nanggung akibat dari apa yg lu bikin. Sekarang play victim, nyari pembenaran. Menyedihkan," tulis @juve_gl.

Baca Juga: Safaruddin Dt Bandaro Rajo Cawabup Limapuluhkota, Tepuk Tangan Pemangku Adat Bergemuruh

"Lu norak lu, udah pansos norak pulak. Deskripsikan sendiri deh sama lu," tulis Mercolate.

Ditanggapi politisi Golkar

Bak tantangan simalakama, kini tangkapan layar itu menyebar. Tokoh Muda Partai Golkar, Achmad Annama menanggapi informasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa jejak digital berupa umpatan tersebut juga bisa dipidanakan.

Ia juga menjelaskan siapa sosok Nurdin Halid, yang kini menjadi Wakil Ketua Umum Partai Golkar merangkap Ketua DPP Golkar Sulawesi Selatan.

Annama mengingatkan agar Tirta tidak jemawa dengan menyebut bahwa dirinya punya tim hukum,  yang digunakan untuk 'menakut-nakuti' warganet yang menghujat tindakan 'blunder' Tirta.

Baca Juga: Apiaty Amin Syam Minta Pemkot Makassar Tuntaskan Infrastruktur Lorong

"Kalo situ mau ancam2an pidana, ini juga bisa jadi pasal loh dok.  Karena entitas bang diserang bang NH. Beliau Waketum DPP Golkar & Ketua Golkar Sulsel. Situ punya tim hukum, partai kami juga punya Bakumham. Kita bisa menggunakan hukum "digunakan untuk dipakai" saja," tulis Annama dalam akun Twitternya, dikutip Wartakotalive.com, Rabu (17/6/2020).

Awal Kejadian 

Tirta Manhira Hudhi sejak beberapa hari lalu menjadi bulan-bulanan warganet. Bahkan, namanya masuk ke jajaran trending topik usai foto dirinya tampak datang ke Restoran Holywings.

Keberadaannya di sana dipertanyakan lantaran selama ini dia gencar kampanye untuk social distancing dan bahaya virus corona. Apalagi, dalam foto yang tersebar, dokter Tirta berangkulan dengan dua temannya dan mengabaikan jarak sosial.

Baca Juga: Wamendag Jerry Sambuaga Ungkap Penurunan Permintaan Global ke Minyak Sawit

Banyak warganet yang mempertanyakan konsistensi dokter Tirta tersebut. Warganet ramai-ramai manghujat dokter Tirta pascaberedarnya foto berangkulan dokter itu. Apalagi, foto itu digunakan sebagai media promosi Holywings untuk mengajak masyarakat datang ke sana.

Tirta selama ini dikenal vokal untuk menyuarakan kampanye protokol kesehatan untuk mengurangi panyebaran vrus corona. Tak lama kemudian, usai namanya trending topik, Tirta mengunggah postingan terbaru.

Postingan itu berisi klarifikasi dari pihak Holywings terhadap beredarnya foto Tirta yang tidak menjaga jarak sosial. Begini klarifikasi dari pihak Holywings yang dilihat Wartakotalive.com, Minggu (14/6/2020):

Baca Juga: Gandeng Kemensos, Bamsoet Serahkan Ribuan Paket Sembako Untuk Veteran Operasi Seroja

"Klarifikasi foto Tirta di Holywings. Sebenarnya dr Tirta datang ke Holywings untuk melihat Holywings Gunawarman. Karena kita sedang melakukan kolaborasi masker Holywings x dr. Tirta.

Serta mengingatkan agar customer ke Holywings wajb menggunakan masker, mengikuti protokol new normal, serta menyarankan tidak ada live musik terlebih dahulu. Setelah itu kami membagikan masker kolaborasi kepada beberapa orang. 

Dan foto yang tesebar di sosial media merupakan foto dokumentasi bersama dr. Tirta. Malah tersebar luas setelah admin kami tidak sengaja menaikkannya, yang tujuan awalnya untuk promosi masker Jadi, sebagai perwakilan Holywings kami meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi."

Baca Juga: Pro Kontra RUU HIP, Rolel Harahap Ungkap Pembukaan UUD 1945 Itu Tafsir Utuh Pancasila

Namun, warganet tak lantas percaya dengan klarifikasi tersebut. Di sisi lain, meski ada klarifikasi, warganet menganggap  Tirta bagai menelan ludahnya sendiri.

Foto berangkulan bertiga, membuktikan bahwa dia tidak konsisten dengan kampanye yang selalu digembar-gemborkan untuk menjaga jarak. Warganet pun ramai-ramai mengunggah kalimat-kalimat terdahulu dari  Tirta yang tegas meminta warga untuk melakukan social distancing.

"KALIAN JANGAN CUEK ! ITALIA SUDAH 1000 meninggal / days. Jenaza dimana2. Tenaga medis sudah kalah di sana. Even dibantu china, mreka ga bisa menang. Kenapa? Karena warganya ngeyel ketika disuru social distancing klarifikasi negara kita dok haha," tulis akun Sukrystin mengingatkan dokter Tirta terhadap omongannya sendiri.

Baca Juga: Agar Lebih Transparan, Dedi Mulyadi Sarankan PLN Buat Rincian Penggunaan Listrik Pelanggan

"Anda lupa salah satu protokol NEW normal yg namanya JAGA JARAK? Apakah anda melakukan itu di foto, entah apapun tujuan anda di sana? Anda bisa klarifikasi yg satu itu, wahai rekan sejawat?" tulis akun Okky_H.

"Promo masker kok ada ajakan untuk merasakan new normal HW ? Jujur aja salah gitu gk usah ngelak. Minta maaf kalo situ salah. Kalo emang mau collab secara online kan bisa, jangan malah membuat diri anda yang awalnya jadi salah satu influencer anti covidiot malah jadi salah satunya," tulis kfc_skin. {wartakota.tribunnews.com}

fokus berita : #dr Tirta Hudi #Achmad Annama


Kategori Berita Golkar Lainnya