20 Juni 2020

Pulau Malamber di Mamuju Dijual Rp.2 Miliar, Ahmad Doli Kurnia Minta Kemendagri Usut Tuntas

Berita Golkar - Komisi II DPR RI angkat bicara soal kabar Pulau Malamber di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) diperjualbelikan seharga Rp 2 miliar. Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengatakan kabar jual-beli pulau bukan kabar baru.

"Sebenarnya saya sudah lama mendengar isu soal jual beli pulau ini. Bukan hanya di Sulawesi, tapi coba dicek juga di daerah lain," kata Doli kepada wartawan, Sabtu (20/6/2020) malam.

Doli mendukung Kementerian Dalam Negeri (Kemendgari) menelusuri kabar Pulau Malamber diperjualbelikan oleh kepala daerah. Hal ini agar ada kejelasan soal isu yang sudah berkembang tersebut.

Baca Juga: Terima Dubes Uni Eropa, Ahmad Doli Kurnia Paparkan Kesiapan Gelar Pilkada Di Tengah Pandemi

"Saya kira Kemendagri harus menindak lanjuti informasi awal tersebut. Apakah benar terjadi jual beli pulau? Dan apabila benar, regulasi atau peraturan apa yang menjadi alas hukumnya? Itu tanah negara atau tanah siapa? Dan kalau tanah negara/pemerintah, apakah hasil jual beli itu masuk ke kas negara atau bagaimana?" ujar Doli.

"Hal itu penting agar kita bisa menjaga aset-aset negara kita untuk tidak dimanfaatkan di luar kepentingan bangsa dan negara," imbuhnya.

Sebelumnya, kabar Pulau Malamber di Mamuju, Sulbar, dijual seharga Rp 2 miliar tengah diselidiki kepolisian. Kemendagri akan bertanya kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar perihal kabar tersebut.

Baca Juga: Firman Soebagyo Tegur Kementan Jangan Asal Klaim Stok Pangan Aman Hingga Akhir 2020

"Kami belum dapat informasi. Nanti ditanyakan ke Gubernur Sulbar," kata Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik saat dimintai konfirmasi, Jumat (19/6). Akmal belum bisa berkomentar lebih jauh mengenai kabar dijualnya Pulau Malamber.

Pulau Malamber dikabarkan dijual oleh salah seorang pria warga Sumare, Kecamatan Simboro, kepada Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Namun Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud membantah kabar tersebut.

Pulau ini tidak berpenghuni dan masuk di gugusan Kepulauan Bala-Balakang. Lokasinya terletak di Selat Makassar. Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Syamsuriansyah mengatakan telah memanggil sejumlah pihak yang diduga mengetahui masalah ini. Di antara kepada desa hingga kepala desa.

Baca Juga: Sudah New Normal, Melki Laka Lena Tak Permasalahkan 500 TKA China Masuk ke Sultra

"Termasuk kepala desa, Camat Bala Balakang, dan kepala dusun, kami juga sudah mengirim undangan klarifikasi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju, dan diutus kabag hukumnya datang ke sini untuk memberikan keterangan," kata Syamsuriansyah kepada wartawan, Jumat (19/6).

Sementara itu, Camat Bala-balakang, Juara, membenarkan kabar jual-beli Pulau Malamber. Pembeli sudah membayar uang muka sebesar Rp 200 juta.

"Ada, Malamber, tidak tahu ukurannya, harganya Rp 2 miliar, DP-nya Rp 200 juta sudah diambil, yang jual warga di Sumare, namanya Rajab," kata Juara saat dimintai konfirmasi. Pembeli pulau disebut merupakan Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Abdul Gafur Mas'ud.

Baca Juga: Ace Hasan Ingatkan Kemenag Hati-Hati Terkait Kebijakan New Normal di Pesantren

"Iya betul, baru-baru ini datang," kata Camat Bala-balakang, Juara, saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (19/6). Juara menjawab pertanyaan wartawan soal benarkah isu Bupati Penajam Paser Utara membeli Pulau Malamber. "Baru-baru datang ini Pak Gafur," imbuhnya saat kembali dikonfirmasi nama Bupati Gafur.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Ma'sud, menanggapi isu dia membeli Pulau Malamber. Abdul Gafur tak menjawab gamblang soal benar tidaknya dia membeli pulau, namun dia menyatakan pulau itu memang milik keluarganya.

"Kalau mau dijual saya beli, he-he-he.... Tapi itu pulau punya keluarga saya. Sudah lama sebelum Indonesia merdeka. Dari kakek nenek kita dulu. Kebetulan saya orang tua saya orang Mandar Sulawesi Barat, saya cucu dari KH Muhammad Husain (Puang Kali Malunda) hanya saya bingung diisukan demikian," kata Abdul Gafur. {detik}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia