27 Juni 2020

Ahmad Doli Kurnia Bantah Kalau Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Untungkan Petahana

Berita Golkar - Pilkada serentak akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Para calon kepala daerah pun mulai gencar melakukan sosialisasi. Namun Pilkada Serentak nanti dianggap akan menguntungkan calon petahana.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menemukan isu menarik di tengah persiapan perhelatan Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember 2020. Doli mengatakan sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu ada pandangan petahana akan diuntungkan jika Pilkada Serentak digelar di masa pandemi.

"Ada yang menarik. Ada perubahan terhadap pandangan ini. Kalau 2-3 bulan yang lalu, banyak orang berpandangan bahwa kalau Pilkada Serentak 2020 dilaksanakan di masa pandemi maka yang diuntungkan adalah petahana," ujar Doli, dalam diskusi online 'Pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap Peran Partai Politik dan Pilkada Serentak', Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Jika Dipercaya Pimpin Kutim, Mahyunadi-Kinsu Optimis Tuntaskan Semua Persoalan Pembangunan

Doli mengaku saat itu dirinya sudah membantah isu tersebut. Menurutnya tidak otomatis dalam pelaksanaan Pilkada Serentak yang diuntungkan adalah pihak petahana.

Isu tersebut muncul karena adanya beberapa kepala daerah yang mencoba melabelisasi bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat dengan nama mereka sendiri. "Tetapi pada saat itu juga tidak ada yang tidak ketahuan. Semua ketahuan. Semua termonitor oleh Bawaslu," kata dia.

"Dan masyarakat kita tidak bisa disebut masyarakat yang tidak melek politik. Masyarakat kita juga tahu modus itu. Jadi justru itu menjadi backfire terhadap calon petahana yang mencoba bermain-main dengan fasilitas negara atau pemerintah," imbuhnya.

Baca Juga: Agun Gunandjar Sudarsa Salurkan Paket Sembako ke Warga Panoongan Ciamis Terdampak COVID-19

Politikus Golkar tersebut mengatakan pandangan itu saat ini justru berubah. Dengan banyak yang menyebut pelaksanaan Pilkada Serentak di tengah pandemi justru tidak menguntungkan kubu petahana.

Bahkan, Doli menyinggung pernyataan kontroversial dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tito menyatakan kepala daerah yang tidak mampu menangani masalah Covid-19 di daerahnya, maka lebih baik tidak kembali mencalonkan diri dalam pilkada.

"Artinya saya hanya ingin menyampaikan dalam posisi pandemi, baik petahana maupun non petahana posisinya equal. Kenapa equal? Karena tidak semua orang punya kemampuan leadership di masa krisis seperti ini. Ada pemimpin yang kuat dalam masa normal, tetapi belum tentu kuat di masa krisis, atau sebaliknya seperti itu," ungkapnya.

Baca Juga: Panggah Susanto Tunjuk Ketua Tim Pemenangan Pilkada se-Jawa Tengah di Tiap Eks Karesidenan

Selain itu, para calon kepala daerah akan mengusung tema yang sama di masa pandemi Covid-19. Berbeda dengan masa-masa sebelumnya, dimana para kandidat memiliki variasi tema kampanye seperti pendidikan, infrastruktur, ekonomi hingga kesehatan.

Di masa pandemi, Doli mengatakan tema para calon kepala daerah akan sama yakni melawan Covid-19. Bahkan trendnya sudah bisa dilihat, dengan banyaknya pembagian masker, hand sanitizer hingga sembako.

"Karena temanya sama, media kampanyenya sama, sebenarnya ini memudahkan masyarakat untuk menilai calon pemimpin yang mereka pilih, baik itu petahana maupun non petahana," jelasnya.

Baca Juga: Dyah Roro Esti Minta Konsistensi Kementerian ESDM Dalam Mencapai Target-Target RUEN

"Jadi masyarakat sekarang ini menunggu calon pemimpin mana yang mampu menyelamatkan mereka. Turunan berikutnya lawan Covid-19 itu adalah bicara tentang menyelamatkan mereka dari virus, agar tetap sehat, tetap bisa makan, melihat masa depan, itu yang akan mereka pilih," kata Doli. {manado.tribunnews.com}

fokus berita : #Ahmad Doli Kurnia