29 Juni 2020

Berita Golkar - Mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019, Ashraf Ali, mendatangi Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta untuk mengembalikan uang negara dari kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas bimbingan tekhnis (Bimtek).

Menurut pengakuan Ashraf, pihaknya mengembalikan uang negara karena diduga terdapat kelebihan bayar biaya perjalanan dinas saat bimbingan teknis (Bimtek) anggota DPRD DKI Jakarta ke Malang, tahun lalu. Dia menganggap, uang negara itu bukan haknya karena dia absen sehari saat perjalanan dinas selama tiga hari itu.

“Saya akan mengembalikan biaya perjalanan dinas sebesar Rp 4,15 juta ke Sekretaris DPRD DKI Jakarta sesuai surat yang saya dapatkan dari Sekwan. Ini perjalanan dinas bimtek ke Malang tahun lalu,” ujarnya di Gedung DPRD, Jakarta, Senin (29/6).

Baca Juga: Keluhkan PPDB, 35 Orang Tua Murid Sambangi Kantor Golkar DKI Jakarta

Diakuinya, dia telah melaporkan tidak mengikuti bimtek pada hari pertama ke sekretariat DPRD DKI Jakarta. Namun, katanya, biaya perjalanan dinas itu telah ditransfer sebelumnya melalui rekeningnya sehingga bercampur dengan tabungannya yang lain.

“Dari sekian kali bimtek, baru kali itu saya tidak ikut karena ada urusan partai yang tidak bisa ditinggalkan. Karena ini bukan hak saya, walaupun saya nggak tahu kapan dikirimnya, saya kembalikan saja. Karena sekwan telah kelebihan bayar untuk saya,” katanya.

Menurutnya, sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 ainnya pun mendapat surat serupa dari sekretariat DPRD DKI Jakarta untuk segera mengembalikan kelebihan bayar itu. Dia mengungkapkan, anggaran negara yang harus dikembalikan itu mencapai Rp 157,6 juta yang terbagi kepada beberapa anggota DPRD DKI Jakarta saat itu.

Baca Juga: Gowes Bareng Jelang Pilbup 2020, Ketua Golkar dan PPP Gresik Kian Mesra

“Jumlahnya cukup besar, mencapai total Rp 157, 626, 644. Ada yang mantan anggota DPRD DKI Jakarta seperti saya, ada juga anggota DPRD DKI Jakarta yang aktif saat ini. Nominalnya beragam, ada yang sekitar 4 juta, ada juga yang sampai 13 juta sekian. Satu orang bisa beberapa kali kelebihan bayar,” pungkasnya. {monitor.co.id}

fokus berita : #Ashraf Ali


Kategori Berita Golkar Lainnya