03 Juli 2020

Berita Golkar - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta menolak pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di kawasan reklamasi Ancol. Golkar meminta agar Pemprov DKI fokus kepada penanganan COVID-19.

"Di luar pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW, Fraksi Golkar menolak perluasan kawasan wisata Ancol," kata Sekretaris Fraksi Golkar DKI Jakarta, Judistira Hermawan saat dihubungi, Jumat (3/7/2020).

Judistira mengatakan perluasan pantai Ancol akan menelan biaya yang tinggi. Dia menyarankan agar biaya tersebut digunakan untuk penanganan pandemi virus Corona.

Baca Juga: Diprotes Orang Tua Murid, Fraksi Golkar Desak PPDB di DKI Dibatalkan dan Diulang

"Apalagi melalui reklamasi yang tentu memerlukan biaya yang tinggi, DPRD akan menfokuskan anggaran ke depan untuk pemulihan ekonomi pasca COVID-19," jelasnya.

Namun demikian, Golkar setuju dengan pembangunan Museum Sejarah Nabi. Namun tidak di lahan reklamasi Ancol.

"Fraksi Golkar memberikan dukungan untuk pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW di kawasan Wisata Ancol. Ya (bukan di lahan reklamasi) tapi masih dalam lokasi Wisata Ancol," kata dia.

Baca Juga: HPK 1957 DKI Jakarta Apresiasi Profesionalitas Kepolisian Selama Pandemi COVID-19

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menjelaskan terkait perluasan kawasan Ancol. Pemprov DKI menyebut lahan reklamasi di kawasan Ancol itu akan dimanfaatkan untuk membangun museum sejarah Nabi Muhammad SAW.

"Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memanfaatkan tanah hasil perluasan secara transparan dan mengutamakan kepentingan publik di antaranya pembangunan tempat bermain anak dan pembangunan Museum Internasional Sejarah Rasulullah SAW dan Peradaban Islam di kawasan Ancol tersebut."

"Groundbreaking telah dilakukan pada bulan Februari 2020 yang lalu," kata Sekda DKI Saefullah kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (3/7). {news.detik.com}

fokus berita : #Judistira Hermawan


Kategori Berita Golkar Lainnya