26 Juli 2020

Melki Laka Lena Minta Protokol Kesehatan di Perkantoran Disamakan Dengan Naik Pesawat

Berita Golkar - Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 menyebut perkantoran sebagai salah satu area yang banyak ditemukan kasus infeksi. DPR memintah hasil temuan itu harus disikapi dengan langkah penanganan lebih ketat.

Wakil Komisi IX DPR RI, Melkiades Laka Lena, mengatakan parlemen sudah mengingatkan bahwa protokol kesehatan di perkantoran harus disamakan dengan transportasi umum.

Perkantoran termasuk area berisiko tinggi karena kondisi ruangan tertutup dan banyak orang dalam waktu yang lama. Ditambah lagi, penggunaan pendingin ruangan yang sirkulasi udadanya terbatas. Situasi seperti itu dinilai sangat mudah bagi virus untuk menginfeksi orang-orang yang bekerja di perkantoran.

Baca Juga: Airlangga Instruksikan Kader Aktif Menangkan Calon Kepala Daerah Golkar di Pilkada 2020

"Orang yang naik pesawat aja naiknya diperiksa, turunnya diperiksa. Kemudian juga diberlakukan juga penanganan yang relatif lebih ketat ketimbang kita di tempat yang terbuka. Sehingga penanganan di perkantoran harus disamakan ketika kita naik kereta api yang ber-AC, naik pesawat, transjakarta dan lain sebagainya itu harus lebih ketat ya," kata Melksi dikutip dari SINDONEWS, Minggu (26/7/2020).

Kemudian, Melki melanjutkan, selama pegawai beraktivitas di dalam kantor, direksi atau manajemen kantor maupun gedung harus melakukan pengecekan terhadap orang-orang yang ada dalam kantor atau gedung secara berkala. 

Seperti misalnya pengecekan suhu badan beberapa kali dalam sehari, dilihat jika ada orang yang bersin ataupun batuk yang sering dalam jam kerja itu. Semua dilakukan oleh petugas khusus yang akan berkeliling kantor.

Baca Juga: 5 Kandidat Ini Gagal Bertarung di Musda Golkar Sulsel

“Semestinya harus ada petugas yang khusus, kalau kita bicara satpam kan untuk keamanan kan? nah semacam petugas untuk melihat pekerja ada yang terkena Covid atau tidak di ruangan tersebut,” ujarnya.

Politikus Golkar ini melanjutkan, pegawai kantor juga semestinya rutin dilakukan pemeriksaan kesehatan. Misalnya, ada dokter yang dipanggil khusus seminggu sekali untuk mengecek secara rutin dan acak kondisi orang dalam kantor tersebut.

Karena, orang dalam kantor itu bertemu dengan orang yang sama selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tentu semuanya harus diawasi oleh tenaga kesehatan dan juga dites menggunakan rapid test. {www.inews.id}

fokus berita : #Melki Laka Lena