06 Agustus 2020

Berita Golkar - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco meminta Gubernur Anies Baswedan segera menutup kembali perkantoran. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar penularan Covid-19 yang belakang mengalami tren peningkatan bisa ditekan kembali.

"Tutup semua kantor dan swab karyawannya ditanggung kantor supaya kita tahu siapa yang kena (Covid-19) dan berpotensi menularkan, kan bahaya," Kamis (6/8/2020).

Bila klaster penularan Covid-19 di area perkantoran tak dapat diteken, Basri Baco khawatir, semakin banyak warga DKI yang terpapar Covid-19. "Kalau makin banyak yang kena, rakyat makin susah, pemerintah makin susah, uang negara makin habis untuk pembiayaan itu," ujarnya.

Baca Juga: Gugat Musda Cacat Hukum, Sekretaris Golkar Banten Minta 11 PK Kota Tangerang Introspeksi Diri

"Sedangkan, perekonomian kita harus terus tumbuh. Kalau negara enggak punya uang, Pemprov juga enggak, bagaimana memukihkan ekonomi?," sambungnya.

Basri Baco sendiri mengaku telah mewanti-wanti Anies terkait risiko penularan Covid-19 bila aktivitas perkantoran dibuka saat awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

"Ini yang selalu dari awal saya katakan, metika kita sudah buka kantor, maka tanggung jawab Pemprov tidak boleh lepas. Dari dua bulan yang lalu saya sudah ngomong begini," tuturnya.

Baca Juga: Arif Fathoni Tegaskan Golkar Hanya Usulkan Gus Hans Dampingi Machfud Arifin di Pilkada Kota Surabaya

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta menyebut, ada 31 perusahaan yang ditutup sementara terkait Covid-19.

"Dari 31 kantor itu, 24 kantor ditutup sementara karena ada laporan kasus positif Covid-19, sedangkan 7 kantor lainnya ditutup karena melanggar protokol kesehatan," ucap Kepala Disnakertransgi DKI Andri Yansyah, Kamis (6/8/2020).

Bagi perkantoran yang diterpapar Covid-19, penutupan sementara hanya dilakukan selama tiga hari untuk proses sterilisasi gedung. Selain itu, seluruh pegawai yang bekerja di perkantoran itu pun wajib mengikuti tes Covid-19.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Pendiri SOKSI, Sang Pencetus Doktrin Karyawanisme "Manusia Tridimensional"

"Penutupan karena kasus positif Covid-19 ini tidak berarti dilakukan pada seluruh gedung. Namun, hanya pada area yang ditemukan pegawai terjangkit Covid-19. Kecuali, kasus positif Covid-19 terjadi secara masif ya," sambungnya menjelaskan.

Meski mengakui ada perkantoran yang terlalar Covid-19, namun Andri enggan merinci jumlah pegawai yang terpapar penyakit yang disebabkan virus corona (SARS-CoV-2) itu. Berikut daftar perusahaan yang ditutup akibat terpapar Covid-19 :

Jakarta Pusat

1. PT Indosat;
2. Wisma BSG Abdul Muis (Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut);
3. Kimia Farma Budi Utomo;
4. BRI KCU Tanah Abang;
5. PT Link Tone Indonesia (Gedung I News / Okezone);
6. PT Meido Elang Indah;
7. Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPMK) Kementerian Sekretariat Negara;
8. PT Pegadaian;

Baca Juga: Lama Kosong, Golkar Akhirnya Putuskan Hardi Sidiki Ketua DPRD Kota Gorontalo

Jakarta Barat

1. Kantin Wali Kota Jakarta Barat;
2. PTSP Jakarta Barat;

Jakarta Utara

1. BCA Multi Finance Kalapa Gading;
2. Kecamatan Koja;
3. PT Dunia Expedisi Transindo;
4. PT Astra Daihatsu Moto;

Jakarta Timur

1. PT Yamaha;
2. PT Puninar;
3. Tip Top Rawamangun;
4. PT Mutsubishi Krama Yudha Motor;
5. PT PP Konstruksi;
6. BPKP;
7. Suzuki Finance;

Baca Juga: Sari Yuliati Desak Aparat Hukum Seret Semua Pihak Yang Terlibat Pelarian Djoko Tjandra

Jakarta Selatan

1. BNI Life Smesco;
2. PT BCA SCBD;
3. KEB Hana Bank.

Perusahaan yang ditutup karena langgar protokol kesehatan :

Jakarta Pusat

1. Proyek Graha Pertamina;

Jakarta Barat

1. PT FAP Agri;

Jakarta Timur

1. PT Wintard Jaya

Jakarta Selatan

1. PT Daeyong Comunication Indonesia;
2. PT Telematic Multisystem;
3. PT Kronus Indonesia;
4. PT Asiapay Technology Indonesia. {jakarta.tribunnews.com}

fokus berita : #Basri Baco #Anies Baswedan


Kategori Berita Golkar Lainnya