10 Agustus 2020

Berita Golkar - Walikota Banjarbaru, Drs. H Nadjmi Adhani telah berpulang pada Senin (10/8/2020) dini hari. Nadjmi Adhani sempat dirawat di RS Ulin Banjarmasin sepekan lalu, setelah dinyatakan positif Covid-19 di RSD Idaman Banjarbaru.

Almarhum adalah sosok yang selalu memikirkan warganya. Terlebih saat wabah virus Covid-19, almarhum selalu mengingatkan dan menjaga masyarakatnya agar waspada dan terhindar dari wabah yang meresahkan itu.

Pria kelahiran 27 September 1969 ini tutup usia pada umur 50 tahun. Sebagai walikota Banjarbaru, beliau menjabat sejak tahun 2016 hingga tahun 2020 atau saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca Juga: Pilkada Wakatobi, Arhawi-Hardin Laomo Targetkan Menang 75 Persen

Beliau menggantikan walikota sebelumnya, Ruzaidin Noor, dan penjabat wali kota Martinus, setelah terpilih dalam Pilkada Banjarbaru 2015. Beliau berpasangan dengan wakil walikota Darmawan Jaya Setiawan.

Ayahnya bernama H. Hardiansyah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan ibunya Hj. Siti Rusinah adalah seorang pendidik. Nadjmi adalah anak pertama dari tiga bersaudara.

Nadjmi merupakan lulusan SMAN 1 Banjarmasin pada tahun 1985-1988, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan dan organisasi.

Baca Juga: Semua Calon Tak Penuhi Syarat, Musda Golkar Rejang Lebong Tak Berhasil Pilih Ketua

Mengutip data diri di Facebook, Nadjmi Lulus Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Banjarbaru 1991, Nadjmi melanjutkan menjadi PNS di Banjarbaru Kalimantan Selatan.

Nadjmi juga tercatat pernah menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Pemerintahan di Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP) pada tahun 1996. Beliau juga mengambil Jurusan Keuangan Daerah di MEP UGM Yogyakarta 2002.

Dengan kepiawaiannya dalam disiplin ilmu pemerintahan, Nadji menempati berbagai posisi pemimpin di Kota Idaman Banjarbaru. Hingga 2016 silam menjajal pertarungan kursi Banjarbaru 1 melalui Pilkada. 

Baca Juga: Hj Nurhidayah Minta Pengajian Alhidayah Terus Eksis Kembangkan Syiar Islam di Kotawaringin Barat

Perjalanan karir Nadjmi berlanjut hingga mengalami perubahan status sosial menjadi Pimpinan Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan periode 2016-2021 mengalahkan pasangan Ruzaidin Noor dengan H. Ogi.

Berkat dukungan masyarakat yang memberikan kepercayaan kepada pasangan Nadjmi dan Jaya, mereka terpilih pada Pemilu 2015. Berbagai perubahan inovasi dilakukan oleh Nadjmi untuk menjadikan Banjarbaru menjadi lebih baik, seperti pengembangan UMKM, pariwisata, maupun pelayanan kepada masyarakat kota Banjarbaru.

Sebelum meninggal karena terinfeksi Covid-19, Nadjmi sempat berpesan untuk tidak menganggap enteng bahaya wabah virus Covid-19 atau corona ini. {www.wartaekonomi.co.id}

fokus berita : #Nadjmi Adhani


Kategori Berita Golkar Lainnya