14 Agustus 2020

Berita Golkar - Dalam pidatonya di acara Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 2020, Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa dalam melaksanakan tugasnya, pimpinan MPR juga menjalin hubungan bilateral dengan negara sahabat di dunia. Salah satu gagasan Indonesia ke negara-negara Islam adalah pembentukan Majelis Syuro Dunia.

Gagasan ini, untuk mengantisipasi menguatnya paham-paham radikal yang saat ini masih terus berkembang. Terlebih di negara-negara yang berbasiskan Islam.

"Pada saat kunjungan kerja pimpinan MPR ke Arab Saudi dan Maroko beberapa waktu yang lalu, pimpinan MPR menyampaikan gagasan untuk membentuk Majelis Syuro Dunia," sebut Bamsoet. 

Baca Juga: Azis Syamsuddin Nilai RUU Cipta Kerja Solusi Jitu Tingkatkan Perekonomian Nasional

"Hal ini penting untuk menjawab pentingnya peningkatan kerja sama antara negara-negara berpenduduk muslim di dunia dalam memerangi radikalisme dan ekstremisme, serta menjaga perdamaian dunia," kata pria yang akrab disapa Bamsoet, Jumat 14 Agustus 2020.

Bamsoet mengatakan, gagasan ini disambut baik oleh pemerintah negara-negara sahabat. Bahkan dua negara yakni Arab Saudi dan Maroko berjanji, akan terlibat aktif untuk mewujudkan gagasan tersebut serta akan mengajak negara-negara lainnya untuk bergabung.

Belakangan ini, berbagai persoalan terjadi baik yang di dalam suatu negara maupun persoalan antarnegara. Karena hal itulah, upaya menghadirkan tatanan dunia Islam yang harmonis dan berkeadaban dipandang mendesak.

Baca Juga: Bamsoet Persembahkan Tanda Bintang Kehormatan Jasa Utama Untuk Keluarga Besar DPR RI

"Di samping itu, kesenjangan ekonomi antar umat, kemiskinan, ketertinggalan pembangunan, pengabaian hak asasi manusia terutama terkait hak komunitas umat muslim, hak perempuan, dan hak pekerja, juga krisis nuklir dan lingkungan hidup yang mengancam kemanusiaan perlu disikapi secara komprehensif dan seksama," kata wakil ketua umum Partai Golkar itu.

Penyelesaian masalah tersebut, lanjut Bamsoet, menuntut adanya partisipasi semua pihak dengan melibatkan kerja sama lintas negara, lintas sektor, dan lintas lembaga pemerintahan maupun lembaga nonpemerintahan. Menurut dia, setiap elemen harus mengambil peran atas dasar solidaritas ke-Islaman yang menjunjung tinggi persatuan, persaudaraan, perasaan senasib sepenanggungan.

"Oleh karena itu, menjadi sebuah keuntungan tersendiri apabila terdapat sejumlah wadah saluran organisasi internasional dalam rangka menyikapi isu atau persoalan yang dihadapi umat Islam, sebagai alternatif perjuangan aspirasi umat," ujarnya. {www.viva.co.id}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet


Kategori Berita Golkar Lainnya