18 Agustus 2020

Menko Luhut Sebut Ideologi Komunisme Bikin China Mampu Tekan Kemiskinan dan Persatukan Rakyat

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, China mampu menekan angka kemiskinan berdasarkan ideologi yang dianut negara itu, yakni komunisme.

Selain mampu menurunkan angka kemiskinan dengan cara tersebut, juga dapat menyatukan 1,4 miliar jumlah penduduk di China.

"Terkadang kita enggak mau mengakui itu. Kita selalu berbicara slogan komunis. Komunis itu memang dibutuhkan untuk negara mereka, kalau tidak 1,4 miliar itu penduduknya di sana itu tidak bisa menjadi satu," ucap dia di hadapan para rektor Universitas Indonesia (UI) pada peringatan Dies Natalies IV Sekolah Kajian Strategik dan Global (SKSG) secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Musda Golkar Kotawaringin Timur Ditunda, Kenapa?

"Itu yang kita lakukan sehingga tidak ada kritik-kritik yang perlu. Mereka hanya fokus dan pemerintah men-deliver, sehingga kemiskinan yang diselesaikan di China itu sangat besar dibandingkan berbagai negara di dunia," sambung Luhut.

Menurut dia, China menjadi negara maju berkat Amerika Serikat (AS) yang sekarang justru sedang melakukan perang dagang.

"Amerika itu mungkin kebablasan memberikan previlage kepada China. Tetapi begitu dahsyatnya majunya China, Anda bisa lihat teknologinya, 5G-nya, efisiensi, disiplinnya. Itu berubah menjadi suatu negara yang hebat," ujarnya.

Baca Juga: Bamsoet Ajak Masyarakat Jadikan HUT RI Ke-75 Momentum Merdeka Dari Jajahan COVID-19

Sebelumnya, Luhut juga mengatakan, Negara Tirai Bambu tersebut memberikan kontribusi besar dalam perdagangan dunia. Maka, bila terjadi gejolak di China, secara global akan terpengaruh. Begitu pula dengan Indonesia.

"16 persen bahkan lebih perdagangan dunia itu dipegang oleh China. Jadi, kalau ada apa-apa dengan China kita pasti terganggu," ujarnya. {money.kompas.com}

fokus berita : #Luhut Binsar Pandjaitan