26 Agustus 2020

Dua Srikandi Golkar Ini Panaskan Suasana Jelang Musda Kota Gorontalo

Berita Golkar - Akhir pekan ini, tepatnya Sabtu (29/08/2020), Partai Golkar diprediski memanas di Kota Gorontalo. Parpol berlambang beringin ini, akan menggelar Musda, yang mana sejumlah kadernya diwacanakan akan bertarung.

Melalui ajang musyawarah daerah (Musda), diprediksi pertarungan berjalan panas dan sengit. Karena selain Marten Taha yang sudah dua periode menjadi ketua DPD II, namun masih akan mencalonkan diri, pesaingnya juga tak sedikit.

Sejauh ini ada empat kandidat calon yang sejauh ini mencuat ke permukaan. Yaitu dua srikandi Golkar yaitu Idah Syahidah yang merupakan istri Ketua DPD I Golkar Rusli Habibie dan Meyke Camaru yang kini menjadi anggota Deprov Gorontalo. Serta dua nama lain yang juga mencuat yaitu Ketua Fraksi Golkar Deprov Fikram Salilama dan Wakil Walikota Ryan Kono.

Baca Juga: Eka Supria Atmaja Digoyang Mosi Tak Percaya, Golkar Kabupaten Bekasi Pastikan Tetap Solid

Tapi untuk bisa mencalonkan diri yang ketiga kalinya, Marten Taha yang saat ini menjabat Walikota Gorontalo butuh izin atau rekomendasi dari DPD I dan DPP Golkar.

“Soal rekomendasi dukungan dari DPP dan DPD I Golkar Provinsi Gorontalo untuk pak Marten Taha bisa merujuk pada AD/ART Partai Golkar. Secara tidak langsung Marten Taha yang kini menjabat Ketua DPD Golkar Kota Gorontalo sudah mengantongi rekomendasi DPP Golkar,” ujar Ketua Bidang Informasi Partai Golkar Kota Gorontalo Yudin Laliyo seperti yang dilansir.

Lanjut katanya, rekomendasi sangat penting sebagai syarat administrasi dalam pelanksanaan Musda Partai Golkar, khususnya para calon kandidat. Dan menjadi utama bagi setiap calon kandidat musda, adalah dukungan dari masing-masing pemilik hak suara.

Baca Juga: Fransiskus Ason Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Sanggau

“Meski pun calon sudah memiliki rekomendasi, tetapi tidak mendapatkan kepercayaan dari pemilik hak suara, tentu tidak akan dipilih. Belum lagi, akan dikaji dalam aturan AD/ART Partai Golkar yang sesuai dengan syarat,” katanya.

Yudin juga menegaskan, Marten Taha sudah menyatakan kesiapan memimpin Golkar Kota Gorontalo jika masih diinginkan seluruh kader. Kemudian, dalam syarat kriteria calon, Marten Taha sudah masuk kriteria luar biasa. Sebab, ia sudah menempati banyak posisi strategis.

Mulai dari jabatan sekretaris DPD I Golkar Provinsi Gorontalo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo hingga menjadi Walikota Gorontalo dua periode. “Pak Marten juga sudah berpengalaman memimpin partai serta mengukir prestasi selama memimpin Golkar Kota Gorontalo,” ujar Yudin.

Baca Juga: Diwarnai Aksi Walkout, Zahari Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Golkar Baubau

Sementara itu, Fikram Salilama saat diwawancarai Gorontalo Post di Deprov, mengatakan, dia siap bertarung di Musda. Karena setiap kader partai punya kesamaan hak dan kewajiban. Yaitu dipilih dan memilih. Tapi keputusannya maju di Musda sangat ditentukan oleh sikap Marten Taha. “Kalau pak Marten maju, saya tidak akan maju,” jelasnya.

Ditanyai lebih dalam soal pernyataannya itu, Fikram mengatakan, dari pandangannya, Marten Taha sesungguhnya masih sangat diperlukan oleh kader dan partai untuk memimpin Golkar Kota Gorontalo. Mengingat Marten Taha akan menempati kursi Walikota sampai 2024.

“Dalam posisi itu, peran pak Marten sangat diperlukan untuk membesarkan partai melalui momentum Pemilu 2024. Makanya kalau pak Marten tidak maju, saya baru siap untuk ikut Musda,” tandasnya.

Baca Juga: Revisi UU BI, Muhidin M Said Pastikan Independensi Sebagai Otoritas Moneter Tetap Terjaga

Fikram mengatakan, untuk ikut Musda, dia juga membutuhkan diskresi atau persetujuan dari DPP Golkar. Karena ada ketentuan partai yang mengatur bahwa calon yang akan maju dan pernah berada di partai lain, maka harus mendapatkan diskresi dari DPP. “Saya juga butuh diskresi itu,” ujar Fikram yang pernah menjadi kader PPP itu.

Sementara itu, sepakan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Kota Gorontalo, para pemilik suara khususnya 9 Pimpinan Kecamatan (PK) di kota Gorontalo masih merahasiakan calon yang akan mereka pilih. Hingga saat ini mereka belum menentukan siapa yang akan mereka pilih. “Kita belum menentukan pilihan,” ujar ketua PK Sipatana, Susanto Liputo.

Ia menambahkan bahwa pada prinsipnya PK akan siap mengikuti seluruh tahapan pelaksanaan Musda, mulai dari pelaksanaan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, sampai dengan pelaksanaan pemilihan ketua yang baru. “Kami juga masih tetap kompak satu suara, akan tetapi sampai dengan saat ini kami belum memiliki pilihan,” katanya. {hargo}

fokus berita : #Yudin Laliyo #Fikram Salilama #Idah Syahidah #Meyke Camaru