27 Agustus 2020

Nusron Wahid Tagih Janji Mendag Agus Suparmanto Agar BUMN dan Importir Beli Gula Petani Rp.11.200/Kg

Berita Golkar - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Golkar, Nusron Wahid, menagih janji Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang telah menugaskan BUMN dan perusahaan importir gula untuk membeli gula petani seharga Rp 11.200/Kg.

Sebab, meski sudah ada kesepakatan dan beberapa kali pertemuan antara importir gula dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang dimediasi Kemenko Perekonomian, nyatanya hingga saat ini kesediaan untuk membeli gula petani belum direalisasikan.

"Saya minta Bapak Mendag, harus menegakkan wibawa. Jangan mau dilecehkan. Kalau mereka (perusahaan importir gula) tidak mau beli gula petani, gunakan pulpen kewenangannya. Kasih sanksi mereka. Agar tahun ini kalau tidak mau beli, jangan dikasih kuota impor lagi," ujar dia dalam rapat kerja Komisi VI, Kamis (27/8).

Baca Juga: Cara Fadel Muhammad Lindungi Petani, Mulai Ekspor Jagung Hingga Anti Impor Garam

Nusron mengatakan, Mendag harus konsisten pada keputusan politiknya terkait solusi untuk menyelamatkan petani gula yang dirugikan akibat kebijakan impor. Atau setidaknya mencari solusi lain yang menguntungkan petani tanah air, seperti menaikkan harga eceran tertinggi. Hal itu, kata Nusron, supaya tercipta efisiensi dan efektivitas distribusi nasional di sektor gula.

Kemendag Pastikan Harga Gula Sudah Kembali Normal

Kementerian Perdagangan memastikan harga gula sudah kembali normal sesuai harga eceran tertinggi (HET) yakni sebesar Rp12.500 per kilogram (Kg). Seperti diketahui, harga gula memang sempat meroket di atas HET sebelum dan sesudah Idul Fitri.

“Harga gula kini telah mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan dengan saat bulan Ramadan," kata Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Suhanto, di Jakarta, Jumat (12/6).

Baca Juga: Revisi UU BI, Muhidin M Said Pastikan Independensi Sebagai Otoritas Moneter Tetap Terjaga

Dia menambahkan selain harga sudah kembali normal, pihaknya juga menjamin ketersediaan pasokan gula di pasar rakyat dan ritel modern. Khusus ritel modern, jaminan ketersediaan pasokan gula ini juga didukung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir karena harga relatif stabil sesuai HET, yaitu Rp12.500 per Kg," imbuh Suhanto.

Untuk beberapa wilayah yang harga gulanya masih mahal, Kementerian Perdagangan telah memerintahkan kepada produsen dan distributor untuk memasok komoditas tersebut melalui operasi pasar atau langsung ke pedagang pasar. {merdeka}

fokus berita : #Nusron Wahid #Agus Suparmanto