29 Agustus 2020

Misbakhun Bingung Dengan Cara Aneh Program PEN Tempatkan Dana Pemerintah di Bank

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mempertanyakan program penempatan dana pemerintah di perbankan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dia menyangsikan keberhasilan program ini karena belum pernah dilakukan pemerintah sebelumnya.

"Penempatan dana di perbankan ini sangat aneh, pemerintah tidak punya story ini," kata Misbakhun dalam diskusi virtual dengan Forum Diskusi Salemba bertema 'APBN Sebagai Sarana Pemulihan Ekonomi Nasional', Jakarta, Sabtu (29/8).

Politikus Partai Golkar ini juga menyebut hanya Indonesia yang melakukan strategi penempatan dana di bank-bank. Dia makin meragukan cara pemerintah karena program ini dilakukan dengan teori dan metodologi aneh.

Baca Juga: Golkar Usung Oheo Sinapoy-Muttaqin Siddiq di Pilkada Konawe Kepulauan

Dalam program ini Misbakhun menjelaskan pemerintah menempatkan dana yang berasal dari simpanan di Bank Indonesia. Lalu, para bank yang dikucurkan dana ini wajib melakukan ekspansi kredit ke masyarakat hingga berlipat ganda.

"Dan ada kewajiban melebihkan 10 kali lipat dengan mekanisme deposito yang bunganya 3,4 persen," kata dia.

Artinya, kata Misbakhun pemerintah memang aneh karena menerapkan sistem demikian tanpa mengetahui keberhasilan program tersebut. Bahkan dana penempatan yang diberikan ke bank sebesar Rp 30 triliun ini bukan dana yang sedikit.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Dengan Stabilitas Sistem Keuangan

Dia khawatir, bank yang mendapat kucuran dana ini tidak bisa mengembalikan dana tersebut jika sewaktu-waktu pemerintah memintanya mendadak. "Bank yang dapat bantuan itu akan shock karena turunan anggaran itu harus ada di rekening bank sentral," kata dia. {merdeka}

fokus berita : #Misbakhun