03 September 2020

Bamsoet Nilai Dihapusnya Premium dan Pertalite Di Tengah Pandemi Kurang Tepat

Berita Golkar - Rencana Pemerintah yang ingin menghapus Premium dan Pertalite dinilai tidak tepat dilakukan di saat kondisi sedang sulit akibat pandemi Covid-19.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo, menyatakan pihaknya mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina, terlebih dahulu melakukan survei. Hasil survei diharapkan dapat memberikan alternatif solusi pengganti bahan bakar minyak (BBM) lain dengan kualitas dan harga yang sama dengan Premium maupun Pertalite.

"Sehingga dapat meyakinkan masyarakat pengguna untuk beralih menggunakan BBM jenis baru tersebut aman dan cocok bagi kendaraannya," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga: Isro Mi’roj Ditunjuk Jadi Komandan Tim Pemenangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin di Pilkada Cilegon

Kalaupun hendak melaksanakan penghapusan Premium dan Pertalite tersebut, Bamsoet menyatakan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tentu dengan memperhatikan kemampuan dan daya beli masyarakat.

"Agar masyarakat dapat beradaptasi terlebih dahulu dalam menggunakan BBM jenis lain yang lebih ramah lingkungan," beber Bamsoet.

Selain itu, pemerintah dan Pertamina sebaiknya segera menetapkan strategi kebijakan dan langkah agar konsumen mau beralih ke BBM yang ramah lingkungan. Jadi, sosialisasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat tentang produk BBM pengganti tersebut diperbanyak.

Baca Juga: Deklarasi Pilkada Wakatobi Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Mendagri Tito Tegur Bupati Arhawi

"Hal ini agar masyarakat percaya jika penggunaan BBM baru tidak merusak mesin kendaraan dan harganya terjangkau," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan rencana penghapusan Pertalite dan Premium adalah bagian dari program mengurangi jumlah penggunaan BBM tidak ramah lingkungan. Hal ini guna menekan angka emisi gas buang kendaraan bermotor.

Hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 20 Tahun 2017. Berdasarkan data kementerian, sudah tidak banyak lagi negara yang menggunakan BBM dengan RON setingkat Premium di dunia. Bahkan, hanya tersisa lima negara saja yang masih menggunakan BBM kadar oktan rendah tersebut. {beritasatu}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet