04 September 2020

Bamsoet Minta KPU Tegas Beri Sanksi Paslon Pilkada Yang Langgar Protokol Kesehatan

Berita Golkar - Tahapan pendaftaran peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 270 daerah sudah dimulai pada hari ini hingga 6 September 2020. Pendaftaran paslon digelar di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk memastikan disiplin peserta melaksanakan protokol kesehatan.

Menurut Bamsoet, Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bisa memastikan, agar dalam proses pendaftaran, pasangan calon (paslon) peserta Pilkada dan partai pengusung tidak perlu datang secara berombongan.

Baca Juga: Bamsoet Nilai Dihapusnya Premium dan Pertalite Di Tengah Pandemi Kurang Tepat

"Jadi dijaga supaya tak datang bersama seluruh peserta dan pendukung. Mohon disiplin menerapkan protokol kesehatan, khususnya untuk menghindari kerumunan massa," kata Bamsoet, Jumat (4/9/2020).

Menurut Bamsoet, Kemdagri dan KPU sebaiknya tak ragu memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan.

Di sisi lain, Bamsoet juga mengingatkan kepada seluruh paslon peserta Pilkada 2020, mereka merupakan panutan bagi pendukungnya dan masyarakat sekitar. Sehingga, penting bagi mereka menjadi contoh dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Jadi contohkanlah disiplin demi kesehatan dan keselamatan bersama," tukasnya.

Baca Juga: Puteri Komarudin Minta Pemerintah Belajar dari China dan Vietnam Yang Ekonominya Tumbuh Positif

Kemdagri dan KPU juga diimbau memastikan fasilitas di tempat pendaftaran memadai untuk dilakukan protokol kesehatan Covid-19. "Seperti tersedianya tempat cuci tangan, sabun, hand sanitizer, dan penyemprotan desinfektan," pungkasnya. {beritasatu}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet