09 September 2020

Kritik RSUD Kota Tangsel, Legislator Golkar Ini Sebut Rahayu Saraswati Asal Ngomong Tanpa Data

Berita Golkar - Bakal calon (balon) Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengkritisi fasilitas kesehatan di Kota Tangsel yang belum memiliki fadilitas kesehatan berakreditasi A atau B.

Kritik itu dilayangkannya kala ia bersama pasangannya di Pilkada 2020 Kota Tangsel mengikuti tahapan tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang.

"Ironis, Kota Tangsel tidak memiliki rumah sakit daerah kelas A/B, sehingga pemeriksaan (kesehatan-red) hari ini dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang," ungkap Saras dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Alex Noerdin Pertanyakan Efektivitas Vaksin China Sinovac Terhadap Mutasi Virus COVID-19

 

"Hal ini menunjukkan ada masalah serius terkait pembangunan dan pelayanan di Kota Tangsel, dan yang bikin makin sedih, saya baca RSUD Tangsel turun kelas dari C ke D," sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, politikus senior Partai Golkar, Sukarya menilai kritik yang dikeluarkan oleh Saras tak seimbang dengan apa yang terdapat pada data Badan PPSDM soal status akreditasi RSUD Kota Tangsel.

Menurutnya, belum terdapat RSUD di wilayah Provinsi Banten yang berstatus Tipe A semisal RSU Kabupaten Tangerang yang masih bertipe B. Sementara, Badan PPSDM memberi akreditasi C kepada RSUD Kota Tangsel.

Baca Juga: Dipimpin Astapati Rahayu, AMPG Siap Menangkan Ratu Tatu-Pandji Tirtayasa di Pilbup Serang

"Hari jadi RSU Kabupaten Tangerang itu 5 Mei 1964. Sudah berusia 56 tahun, sementara RSUD Tangsel itu baru mulai beroperasi pada 2010," kata Sukarya dalam keterangan resminya, Tangsel, Rabu (9/9/2020).

Sukarya menuturkan status tipe C yang dimiliki RSUD Kota Tangsel serupa dengan RSUD Kota Tangerang. Bahkan, kata Sukarya status tersebut telah terkonfirmasi dari Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Tangsel itu kota yang baru saja lahir, tapi sudah bisa berlari. Ini prestasi dan pencapaian yang harus kita akui bersama. Karenanya menjadi tanggung jawab kita semua untuk membuat Tangsel lebih baik lagi," jelas Sukarya.

Baca Juga: Golkar Lumajang Ingin Masyarakat Bisa Rasakan Dampak Ekonomi Tanpa Merusak Hutan

Selama periode kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie, Sukarya mengingatkan, RSUD Tangsel terus berbenah, seperti menambah gedung baru, menambah kapasitas tempat tidur, meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, termasuk memperbarui alat kesehatan menjadi lebih mutakhir.

"Yang harus diingat, Tangsel itu kota termuda di Provinsi Banten. Meski begitu, periode kepemimpinan Ibu Airin dan Pak Benyamin berhasil membuat Tangsel berlari dan mengukir beragam keberhasilan," jelas Sukarya.

Sukarya menuturkan terkait pelayanan kesehatan di era kepemimpinan Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie berhasil menaikan tingkat kepuasan masyarakat yang menikmati fasilitas Puskesmas.

Baca Juga: Pilkada 2020, Ahmad Doli Kurnia Optimis Golkar Menang 60 Persen Nasional 40 Persen Sumut

Dari target 35 pembangunan Puskesmas, sudah 31 yang dibangun serta pembangunan lain yang masih dalam proses pembangunan. Ditambah, Pemerintah Kota Tangsel juga sedang menambah dua rumah sakit tipe C, berlokasi di wilayah Serpong Utara dan Pondok Aren.

"Dari 54 kelurahan sudah dibangun puskesmas di 31 kelurahan. Sisanya empat puskesmas sedang dituntaskan. Lalu di tiap kecamatan akan dibangun satu rumah sakit. Sekarang sudah ada di kecamatan Pamulang, lalu sedang diproses di kecamatan Serpong dan Pondok Aren," jelas Sukarya.

"Ini bukti preferensi pemkot pada warga kota. Mereka mau berobat tidak perlu pergi jauh, cukup ke puskesmas di kelurahannya dan kalau kau ke rumah sakit cukup ke RSUD yang ada di kecamatannya, semua pelayanannya gratis," sambungnya.

Baca Juga: Terkonfirmasi Positif COVID-19, Calon Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati Isolasi Mandiri

Sukarya menyampaikan, kerja bidang kesehatan Pemkot Tangsel meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda atau Kota Sehat tingkat nasional.

Bahkan terdapat empat tatanan yang menjadi objek penilaian, yakni perkantoran sehat, kawasan pariwisata sehat, kawasan permukiman sehat, serta sarana sehat dan tatanan kehidupan masyarakat yang sehat mandiri.

Disisi lain, Sukarya menilai buruknya jalinan komunikasi antar Muhamad dengan Saraswati yang menjadi pasangan balon Pilkada 2020 Kota Tangsel itu.

Baca Juga: Aburizal Bakrie Ungkap Golkar Usung Sembilan Kader Terbaiknya di Pilgub 2020

Semestinya, Muhamad yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tangsel dapat memberikan informasi kepada Saraswati tentang status RSUD Kota Tangsel yang dianggapnya turun peringkat.

"Kalau komunikasi mereka bagus, sebenarnya mantan sekretaris daerah Pak Muhamad bisa memberi tahu Saraswati soal tipe RSUD Tangsel. Gak mungkin mantan Sekda gak tahu, kenapa tidak ada RSUd tipe A di Tangsel bahkan di Banten, dia pasti tahu," tandasnya. {wartakota.tribunnews}

fokus berita : #Sukarya #Rahayu Saraswati