13 September 2020

Berita Golkar - Bupati Batang Wihaji mengajak petani untuk meningkatkan produktivitas jagung untuk mengamankan kebutuhan industri dan pakan ternak. Di Batang, produktivitas jagung pertahun mencapai 70.000 ton. Produktivitas jagung dari petani masih jauh dari kebutuhan.

"Masih kekurangan beribu - ribu ton. Apalagi di Batang sudah ada satu pabrik pakan ternak dan rencanaya juga akan ada satu lagi yang tentunya membutuhkan ribuan ton jagung. Saya sudah tekankan kepada pengelola pabrik untuk membeli jagung hasil pertanian Batang dengan harga yang kompetitif," tandas Bupati Wihaji usai panen raya di Desa Getas, Kecamatan Bawang.

Baca Juga: Hadapi Kemarau, Bupati Ahmed Zaki Iskandar Resmikan Gudang Ketahanan Pangan di Kampung Melayu

Dia meminta kepada Dinas Pertanian dan perusahaan pakan ternak terus bersinergi memberikan edukasi dengan teknologi pertanian kepada petani. Sehingga produktivitas jagung sesuai standar yang ditentukan.

"Dengan teori ilmu pertanian dan teknologi yang diedukasikan ke petani, saya meyakini mereka siap dan mampu sepanjang efektif, efisien, dan sederhana. Sehinga dapat meningkatkan produksi dan kesejehteraan petani," tandas Wihaji.

Kebutuhan Besar

Ketua Departemen Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pataka Isnen Ambar Santosa mengatakan, jagung merupakan komuditas yang kebutuhanya sangat besar. Namun produktivitasnya sangat rendah, maka dengan sistem tanam rapat hasilnya bisa dua kali lipatnya.

Baca Juga: Penjual Keripik Bawang Meninggal Tepat Di Depan Matanya, Ini Reaksi Dedi Mulyadi

"Sistem tanam rapat dengan perluasan yang sama hasilnya dua kali lipat populasinya. Sehingga rata - rata dari 60 ribu menjadi 120 ribu atau produktivitasnya akan naik dua kali lipatnya " jelasnya.

Dari hasil demplot Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bawang, Dinas Pertanian Batang dengan ukuran ubin 2,5x2,5m, jarak tanam jajar legawa 100cm x 12 x12cm dengan jumlah tanaman 89 bibit menghasilkan panenan 15,71 kilogram, jumlah tongkol 91dan hasil per hektar 21,36 kg tongkol kering panen.

"Kalau dibandingkan dengan tata - rata nasional yang hanya 42 ton per hektar di Kecamatan Bawang petani bisa panen 7 ton per hektar. Sekarang dengan teknologi jajar rapat legawa 12.82 ton per hektar, jadi naiknya 5 ton," tandasnya. {suaramerdeka}

fokus berita : #Wihaji


Kategori Berita Golkar Lainnya