14 Oktober 2017

Kemarau, Titiek Soeharto Bantu Air Bersih Warga di 3 Dusun Gunung Kidul

Berita Golkar - Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, SE., Titiek Soeharto, melalui Gerakan Masyarakat Sehat Hijau Sejahtera (GEMARSHS) menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami musibah kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan air bersih itu disalurkan dalam beberapa tahap, di mana tahap pertama dilakukan pada Sabtu (14/10/2017).

Terdapat 3 lokasi penyerahan air bersih pada tahap pertama ini. Yakni, di dusun Pringwulung, desa Krambilsawit, kecamatan Saptosari, dusun Gesing, desa Girikarto, kecamatan Panggang dan dusun Giriasih, kecamatan Purwosari.

Secara simbolis, bantuan air bersih diberikan oleh pihak Germas diwakili oleh Staf Ahli Titiek Soeharto, Hariri, kepada warga masyarakat diwakili Ketua RT 04 dusun Pringwulung, Sarjono, serta disaksikan sejumlah Anggota DPR Partai Golkar tingkat Kabupaten Gunungkidul dan Provinsi DIY.

Koordinator Lapangan sekaligus Anggota Fraksi Partai Golkar Provinsi DIY, Slamet, mengatakan terdapat 10 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, yang mendapat bantuan air bersih yang meliputi 66 desa. Masing-masing titik mendapatkan 10 tangki air bersih, sehingga total ada 100 tangki air bersih yang diberikan.

“Ada 100 tangki air bersih yang kita berikan. Namun, bantuan ini akan bertambah jika masih dibutuhkan pada tahap kedua nanti,” kata Slamet.

Menurutnya, bantuan yang terselenggara berkat kerjasama Yayasan DAKAB dan Rumah Aspirasi Titiek Soeharto, ini diberikan sebagai respon atas permintaan warga. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian Titiek Soeharto kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, khususnya di wilayah DIY dan Gunungkidul. “Ini juga dalam rangka menyambut HUT Partai Golkar,” tambah Slamet.

Sementara itu, mewakili warga masyarakat dusun Pringwulung, Ketua RT 04, Sarjono, mengucapkan banyak terimakasih kepada Titiek Soeharto dan Partai Golkar yang telah membantu air bersih. Meski saat ini sudah mulai turun hujan, dikatakan warga masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan suplai air bersih.

“Meski saat ini sudah mulai turun hujan, namun warga belum bisa memanfaatkan air hujan untuk keperluan sehari-hari, sehingga bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat,” kata Sarjono.

Sejak 6 bulan terakhir, warga dusun Pringwulung harus membeli kebutuhan air bersih seharga Rp130-150 ribu per tangki setiap bulannya, karena tidak ada lagi sumber air yang bisa dimanfaatkan. Sebanyak 6 embung tadah hujan yang ada di desa Krambilsawit seluruhnya mengering. Sementara sumber air dari saluran PAM tidak bisa dimanfaatkan.

“Banyak warga yang memasang PAM. Namun, hampir semua tidak mengalir, sehingga selama musim kemaru satu-satunya yang bisa dilakukan warga adalah membeli air. Termasuk saya sendiri. Sudah 6 bulan ini saya membeli air bersih sebanyak 6 tangki air,” pungkasnya. [cendananews]

fokus berita : #Titiek Soeharto