03 Oktober 2020

Menangkan 14 Pilkada se-Jatim, Golkar Turunkan Nurul Arifin Jadi Jurkam

Berita Golkar - Partai Golkar optimistis menang di 14 daerah di Jawa Timur pada Pilkada 2020. Untuk realisasi target tersebut, Golkar rencananya akan diperkuat oleh juru kampanye nasional di antaranya Nurul Arifin.

"Kami kemungkinan akan mengundang Mbak Nurul Arifin. Beliau bisa saja kami undang untuk memperkuat barisan Juru kampanye di Jawa Timur," kata DPD Golkar Jawa Timur, M Sarmuji ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (3/10/2020).

Saat ini, Nurul yang berlatarbelakang artis menjadi Anggota Fraksi Golkar di DPR RI. Di struktur DPP Golkar, bintang film dan sinetron ini menjabat Wakil Ketua Umum.

Baca Juga: Sahat Tua Simanjuntak Minta Posisi Ketua Kwarda Pramuka Tidak Otomatis Jadi Hak Wagub

Selain Nurul Arifin, Golkar Jatim juga mengundang Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. "Kalau Ketua Umum berkenan, mungkin bisa saja hadir di Jawa Timur," kata Sarmuji.

Menurut Sarmuji, strategi pemenangan di Pilkada Serentak 2020 berbeda dengan pemilu sebelumnya. Karena pandemi, strategi dengan menggunakan Juru kampanye dirasa tak efektif.

Mengingat dalam satu acara, peserta kampanye cukup terbatas. Sehingga, apabila juru kampanye nasional dihadirkan dalam forum-forum dengan peserta terbatas dirasa tak berdampak signifikan.

Oleh karena itu, di samping menggunakan Juru kampanye nasional, Golkar juga mengandalkan jaringan terdekat dengan calon pemilih. Dalam masa pandemi Covid-19, jaringan relawan dan pemenangan menjadi penentu kemenangan.

Baca Juga: Selain Bikin Penampilan Tambah Cantik, Ini Alasan Nurul Arifin Jatuh Cinta Pada Batik

"Pergerakan jaringan sangat menentukan kemenangan selain modal survei. Mau tak mau, para calon harus datang ke masyarakat dengan mengandalkan jaringan," kata Anggota DPR RI ini.

Di sisa waktu yang menyisakan waktu dua bulan jelang pemungutan suara, 9 Desember mendatang, maka para calon wajib memperbanyak jaringan.

"Untuk bisa menjangkau masyarakat di sekitar Tempat Pengurangan Suara (TPS), paling tidak harus ada ribuan jaringan," katanya.

Memobilisasi massa dalam massa pandemi juga membutuhkan strategi khusus. Selain menyakinkan untuk memilih calon, para kandidat harus bisa meyakinkan pemilih untuk datang ke TPS.

Baca Juga: Kunjungi Bio Farma, Melki Laka Lena Dukung Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alkes

Dengan mempertimbangkan potensi kerja relawan dan modal survei para calon, Golkar optimistis bisa menang di 14 daerah dari total 19 daerah. "Kami sudah petakan potensi kemenangan kami," kata Sarmuji.

"Prinsipnya, modal survei saja tak cukup. Kerja relawan bersama partai harus terus bekerja," pungkas Anggota DPR RI dari dapil Jatim ini.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya kemenangan bagi Partai Golkar di Pilkada Serentak 2020. Dari 270 daerah yang menggelar Pilkada di seluruh Indonesia, Golkar berharap kemenangan 60 persen.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Cukup Tinggi, Gubernur Rusli Habibie Instruksikan Kota Gorontalo PSBB

Airlangga meminta seluruh ketua DPD Golkar di provinsi dan kota untuk menggunakan target internal tersebut sebagai target kinerja masing-masing. Selain itu, para calon dan kader Parta Golkar untuk menggelar kampanye atau rapat umum sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan mengingat adanya pandemi Covid-19.

Pada masa kampanye kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya melarang aktivitas kampanye yang berpotensi menimbulkan kerumunan besar. Di antaranya, dengan gelaran konser musik.

Kepastian ini disampaikan KPU dengan terbitnya Peraturan KPU (PKPU) nomor 13 tahun 2020. PKPU 13 Tahun 2020 merupakan Perubahan Kedua PKPU 6 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pemilihan Dalam Kondisi Bencana Non Alam.

Baca Juga: Asal Taat Partai dan Tidak Mencla-Mencle, Nurdin Halid Sebut Erwin Aksa Cocok Jadi Cagub dan Ketua Golkar Sulsel

Mengutip Pasal 88C dalam PKPU tersebut, ada sejumlah larangan bentuk kampanye bagi para pasangan calon. Larangan ini berlaku untuk partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon, Tim Kampanye, dan/atau pihak lain.

Di antaranya: rapat umum, kegiatan kebudayaan berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik, hingga kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai. Bahkan, PKPU ini juga melarang perlombaan, kegiatan sosial berupa bazar dan/atau donor darah; dan/atau peringatan hari ulang tahun Partai Politik. {jatim.tribunnews}

fokus berita : #Sarmuji #Nurul Arifin