16 Desember 2020

Gagal di Pilkada 2020, Semua Elemen Golkar Kabupaten Indramayu Harus Introspeksi

Berita Golkar - Beragam komentar hingga analisa yang muncul mengenai berbagai penyebab kekalahan pasangan Daniel Mutaqien dan Taufik Hidayat pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu yang diusung DPD II Partai Golkar Kabupaten Indramayu pada kontestasi pilkada serentak 2020 yang lalu.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD II Partai Golkar kabupaten Indramayu, Dudung Indra Ariska mengatakan sejatinya analisa dan komentar tersebut akan semakin memperkaya pengetahuan tentang kondisi sosial politik masyarakat Indramayu sepanjang tidak hanya dibangun oleh hipotesa yang didasarkan kepada asumsi-asumsi yang cenderung didorong oleh politik pragmatis dan vested interst.

Lebih lanjut Dudung mengatakan, pasca kegagalan paslon nomor 3 untuk memenangkan pilkada lalu, menjadi bahan evaluasi bersama secara komprehensif seluruh komponen DPD II Partai Golkar Kabupaten Indramayu dan bukan parsial yang ujung-ujungnya mengkambing hitamkan paslon nomor 3 paling berdosa dan penyebab terjadinya pergeseran rezim dari partai beringin ke partai berlambang banteng.

"Bukan hanya dominasi dan monopoli kekuasaan di tubuh Partai Golkar yang menjadi kambing hitam atas lepasnya Indramayu 1 dari Partai Golkar, tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya," jelas Dudung Indra Ariska.

faktor yang paling krusial dalam kacamata pandang Dudung adalah konflik internal pasca musda 16 juli 2020 lalu yang sampai dengan pelaksanaan kontestasi politik pilkada tidak terbangun islah komitmen antara kubu musda 16 juli 2020 dengan kubu paslon nomor 3.

Sehingga, mesin politik PG praktis tidak berjalan secara sistemik dan menyeluruh. Dari perspektif psikologis akan sulit mendapatkan referensi kalau kubu musda 16 juli ikut berjibaku dan berjuang mendulang suara untuk paslon 3 karena terhalang oleh pagar vested interst.

"Dalam kontek seperti ini terjadi distorsi karena tidak bisa membedakan mana kepentingan partai karena terbutakan oleh keprntingan pribadi yang sarat politik pragmstis," kata Dudung.

Dalam kapasitas Dudung selaku ketua bidang pemenangan DPD Partai Golongan Karya Kabupaten Indramayu, pihaknya hanya melihat yang berjuang dengan sungguh sungguh mendulang suara untuk paslon 3 yang notebene untuk kebesaran dan kejayaan PG, hanya mesin relawan, PK dan PD bentukan dan loyalis paslon 3.

Ketika ditanya terkait dengan pendaulatan agar syaefudin pimpin Partai Golkar Indramayu kedepan dan minta agar hasil musda 16 juli di kukuhkan, menurut dudung sah sah saja. "tidak ada larangan dalam kolam demokrasi untuk berenang dalam gaya apa saja sepanjang tidak menabrak pilar demokrasi itu sendiri," jelasnya.

Dudung menguraikan bahwa demokrasi sebagai sistem, dimana menjamin hak asasi warganya untuk memenuhi kepentingannya dan akan diberikan ruang perlakuan yang sama dihadapan hukum yang memungkinkan terciptanya sistem politik yang berkedaulatan rakyat serta adanya praktek kebebasan berpolitik secara bebas dan sederajat.

"tetapi tidak setiap ide dasar yang merupakan kristalisasi kehendak individu dapat diekspresikan semau gua," jelas Dudung. Menurut Dudung, ada prosedur dan mekanismenya karena kita hidup dan berinteraksi dalam lingkungan sosial yang adabnya terikat dalam seperangkat hukum negara.

Hukum negara lanjut Dudung, diperlukan salah satunya untuk menjaga keseimbangan antara harkat dan martabat manusia dalam kontek sistem perpolitikan.

"Desakan agar hasil musda 16 juli 2020 segera dikukuhkan, kita sama sama tahu sampai hari ini masih menjadi sengketa legalitas formal yang belum final and binding. Mari klita hormati proses hukum yang sedang bergulir di Mahkamah Partai Golkar," ujarnya.

fokus berita : #Daniel Mutaqien #Taufik Hidayat #Dudung Indra Ariska