26 Desember 2020

Pilpres 2024, Saatnya Kader Golkar Harus Kembali Berkuasa

Berita Golkar - Pengamat kebijakan politik dari Center for Public Policy Studies (CPPS) Indonesia, Bambang Istianto menilai memanasnya dinamika politik di Tanah Air dalam beberapa tahun belakangan ini tidak lepas dari situasi politik yang dikuasai oleh kelompok tertentu.

Hal itu, kata Bambang, bukan hanya sekedar membangun politik Indonesia baru, akan tetapi ada dugaan agenda terselubung yang tidak terkait dengan kepentingan nasional.

Padahal, agenda reformasi yang diharapkan dapat memberikan angin segar bagi kehidupan demokrasi di Indonesia dan penegakkan Hak Asasi Manusia (HAM) agar lebih baik, tatapi pada kenyataannya tidak sesuai dengan harapan publik.

Baca Juga: Serahkan Ratusan Paket Natal, Suster Yayasan Katholik Ini Curhat Penuh Haru ke Musa Rajekshah

Bambang menegaskan, saatnya agar para elit politik yang mengendalikan jalannya kekuasaan pemerintah agar lebih mementingkan kepentingan nasional ketimbang menuruti syahwat politiknya.

“Kita bandingkan saat orde baru, perseteruan politik memang sangat tinggi yang menyangkut berbagai kepentingan idiologi. Namun saat itu stabilitas politik lebih mantap, sehingga mampu membangun ekonomi dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pada gilirannya masyarakat merasakan betul kehadiran pemerintah,” ujar Bambang kepada Suarakarya.id di Jakarta, (26/12/2020).

Sementara itu, saat ini meski pemerintah telah mengendalikan kekuasaan secara power full, akan tetapi hasinya berbanding terbalik dengan apa yang dialami saat orde baru.

Baca Juga: Yusran Effendi Heran Aspal Ruas Jalan Pulau Panggung Muaraenim Mudah Dikelupas Pakai Tangan

Bambang juga menilai, ada beberapa variabel yang menjadikan sengkarut perpolitikan nasional saat ini. Di antaranya peran partai politik yang lemah karena tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Kemudian, adanya koalisi yang terlalu gemuk sehingga cenderung menimbulkan kekuasaan yang otoriter.

“Karena dalam teorinya, kekuasaan yang otoriter akan mendisfungsikan lembaga pemerintah lainnya. Seperti lembaga legislatif dan yudikatif. Tentu kita dapat lihat kondisi saat ini. Persoalan itu telah muncul. Bahkan dua lembaga itu kurang berfungsi efektif,” jelas wakil ketua Asosiasi Ilmuwan Administrasi Negara (ASIAN) ini.

Oleh karena itu, dalam menghadapi perubahan kondisi bangsa yang carut marut itu, baik itu di bidang hukum, eknomi dan politik, yang bisa diharapkan adalah bagaimana partai politik bersatu melawan hegomoni politik yang dikendalikan oleh kelompok tertentu.

Baca Juga: Dipimpin Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Ribuan Warga Iringi Pelepasan Jenazah Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler

Menurut dia, Partai Golkar satu-satunya partai yang memiliki sejarah panjang dalam membangun perpolitikan nasional yang mengedepankan stabilitas ekonmi. Namun pasca reformasi beberapa elite Golkar memilih mendirikan partai sendiri.

“Nah, saatnya tokoh-tokoh yang pernah besar di Golkar agar kembali bersatu. Seperti yang sekarng ada di Gerindra, Nasdem, Demokrat, Hanura. Kalau partai-partai tersebut dapat berkoalisi dengan Partai Golkar dalam menghadapi Pilpres 2024 kami berpandangan stabilitas ekonomi maupun politik dalam negeri kembali normal,” ucap Bambang.

Bambang berpendapat, pasca kejatuhan Soeharto pada 1998 dan selama 22 tahun pula tokoh Golkar tidak memimpin bangsa ini, kondisi politik dan ekonomi bangsa ini kian memperihatinkan. Saat rezim Soeharto banyak masyarakat mengkritisi soal penegakan hukum dan kasus korupsi. Ironisnya, justru saat ini penegakan hukum dan kasus korupsi lebih parah dibanding era Soeharto.

Baca Juga: Catatan Akhir Tahun Bamsoet: Merawat Kehidupan di Sela Duka dan Kerusakan Akibat Pandemi COVID-19

“Kami berharap pada Pilpres 2024 mendatang Partai Golkar harus tampil kedepan dan dapat memunculkan kader terbaiknya dalam rangka memperbaiki bangsa ini yang tercabik-cabik oleh syahwat hegomoni politik tertentu,” tegas Bambang.

Bambang meyakini banyak kader Golkar yang mempuni dan berpeluang untuk memimpin bangsa ini ke depan. Selain berpengalaman di perpolitikan nasional, kader Golkar saat ini lebih solid. "Kita sebut saja seperti Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, dan masih banyak lagi kader-kader hebat, Karena setahu saya kader Golkar bukan karbitan," tandas Bambang. {suarakarya}

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet