10 Januari 2021

Hidup Sukses Dengan Filosofi Lima Jari Ala Kang Agun

Berita Golkar - Setiap manusia pasti memiliki keinginan sukses. Untuk meraihnya, pertama setiap insan harus mengenal dirinya dan Penciptanya. Perlu disadari kita bukanlah siapa-siapa dibanding dengan Sang Pencipta, penguasa seluruh alam jagad raya beserta makhluk-makhluknya.

Kedua, kita ada dan hidup di tengah satuan bahkan jutaan, miliaran manusia yang saling berbeda satu dengan lainnya. Bahkan tidak ada yang sama, kembar sekalipun. Untuk apa mempertentangkan perbedaan di antara sesama manusia, bukankah perbedaan itu ciptaan Penguasa alam jagad raya.

Dan sudah bisa dipastikan hanya ada satu Penguasa, tidak terbayangkan kalau ada dua atau lebih, Tuhan yang Esa yang Maha Kuasa, yang menguasai dan mengatur hidup, kehidupan dan penghidupan umat manusia beserta mahkluk-mahkluk lainnya.

Baca Juga: Tetty Paruntu Bakal Evaluasi dan Revitalisasi Pengurus Golkar Sulut

Bagaimana untuk meraih kebahagian dan kesuksesannya? Pertama beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa. Kedua bersatu dan bekerja sama di antara kita sesama manusia yang berbeda.

Seperti Tuhan ciptakan diri kita sebagai manusia, mahkluk yang sempurna dengan jiwa dan raganya. Pergunakan dan manfaatkan seluruh jiwa dan raga kita di dunia untuk beribadah kepada Tuhan sang pencipta dan penguasa.

Tangan dengan lima jarinya, menunjukan kepada kita tentang itu semua, manusia bukan siapa-siapa dan dia berada di tengah lautan manusia yang berbeda. Lihat jari tengah, adalah jari yang tertinggi, di kiri dan kanannya berbeda ada jempol, telunjuk, jari manis dan kelingking.

Jari tengah mengingatkan kepada kita bahwa ada yang tertinggi, Tuhan yang Maha Kuasa. Beriman bertaqwa dan bermohonlah kepada-NYA.

Baca Juga: Soal Vaksinasi COVID-19, Walikota Bekasi Rahmat Effendi Minta Belakangan Saja

Jari tengah juga ada dua jari, di kiri dan kanan yang berbeda, kepalkan jari tengah dengan jari-jari lainnya, maka akan ada kekuatan didalamnya. Bersatu dan bekerjasamalah di antara kita manusia yang berberda. Maka kemampuan dan kekuatan akan diberikan-NYA.

Bagaimana memulainya? Karena hidup adalah perjalanan waktu, sudah pasti ada akhirnya. Dan semua akan dimintai pertanggungjawaban-Nya.

Awali jari jempol (prestasi) yang baik, kita akan dapatkan jari telunjuk (pengakuan) untuk perintah-perintah, insya Allah dapat jari manis (pendapatan), setelah melampaui jari tengah (pendekatan) dengan melihat ke atas kepada Tuhan untuk bermohon dan berdoa, serta ke kiri dan kanan yang berbeda, bersatu dan kerjasama di antara sesàma umat manusia.

Baca Juga: Alex Noerdin Resmikan Penggunaan 600 PJU Tenaga Surya di Kota Palembang

Setelah dapat pendapatan, lihatlah sebelah berikutnya jari kelingking. Jari terkecil (perawatan) untuk bersyukur, berterimakasih, tidak sombong. Karena itu sesungguhnya sudah kembali ke tangan jempol (prestasi berikutnya). Dan terus lakukan itu selanjutnya sebagaimana waktu yang terus bergerak ke depan. {akurat}

fokus berita : #Agun Gunandjar Sudarsa #Kang Agun