13 Januari 2021

Ace Hasan Desak Menteri PPPA Gusti Ayu Bintang Turunkan Angka Stunting Pada Anak Indonesia

Berita Golkar - Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Pada raker tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menyoroti masih tingginya angka stunting di Indonesia.

Menurutnya, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mempunyai peran penting untuk turut serta menurunkan angka stunting.

“Dari tadi saya menyimak paparan Bu Menteri, saya tidak mendengar ibu menyinggung stunting. Stunting masih menjadi PR besar bagi kita semua. Problem kita saat ini, kita masih menghadapi stunting sangat serius. Ini akar serius. Perlu ada rekomendasi kebijakan dari KPPPA untuk menurunkan angka stunting di Indonesia," kata Ace di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/1/2020). 

Baca Juga: Taufiq Erman Ajak Kader Golkar dan Seluruh Masyarakat Riau Sukseskan Vaksinasi COVID-19

Selain itu, dalam raker dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2020 tersbeut, Ace juga menyinggung isu-isu aktual yang sedang berkembang seperti hukum kebiri bagi predator seksual.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo, pada Desember lalu, baru saja menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak.

Meski tidak dapat dipungkiri, terbitnya beleid ini pun menuai pro dan kontra. Salah satunya dari organisasi criminal justice reform. Untuk itu, Ace mewanti-wanti agar KPPPA segera menjelaskan hukum kebiri kepada masyarakat.

Baca Juga: Hetifah Dorong Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer yang Telah Lama Mengabdi Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

Mengingat regulasi itu sangat penting dan menunjukkan komitmen pemerintah atas pemberantasan kejahatan sesksual terhadap anak, yang kasusnya kian hari kian memprihatinkan.

“Soal kebiri, ini pasti masukanya lebih banyak dari Bu Menteri. Hanya saja perlu dijelaskan karena banyak yang mempertanyakan soal kajian. Apalagi ada pernyataan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang tidak mau jadi eksekutor kebijakan tersebut.

Saya sangat percaya KPPPA memiliki argumen secara akademik, baik psikologis, medis hingga normatif. Ini penting disampaikan ke publik agar diterima oleh masyarakat,” lanjut Ace.

Baca Juga: Golkar Terpuruk di Luwu, Andi Hatta Marakarma Siap Rebut Kembali Kejayaan Itu

Di sisi lain, politisi Partai Golkar itu mengapresiasi serapan anggaran KPPPA tahun 2020. “Secara umum saya kira anggaran 2020 dapat diserap dengan baik. Banyak sekali kegiatan dan saya mengapresiasi”, pungkasnya.

Raker berkesimpulan untuk menerima penjelasan KPPPA tentang evaluasi pelaksanaan APBN TA 2020 dengan realisasi anggaran sebesar Rp199,48 miliar atau 98,03 persen dari pagu anggaran yang mencapai Rp203,48 miliar.

Kemudian, Komisi VIII juga mengapresiasi KPPPA yang telah melakukan capaian strategis selama tahun 2020, dan mendukung untuk mempertahankan capaian tersebut sesuai dengan situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga 2021 ini. {dpr}

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily #Gusti Ayu Bintang