21 Februari 2021

Diikuti 20 Negara, Tantowi Yahya Optimis Pacific Exposition 2021 di Christchurch Bakal Lebih Sukses

Berita Golkar - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Pernyataan Pers Tahunan Menteri (PPTM) awal Januari mengatakan, Indonesia kembali akan mengadakan Pacific Exposition (PE) di Selandia Baru.

PE adalah eksibisi perdagangan, investasi dan pariwisata terbesar dan terlengkap di Pasifik, sekaligus ajang perdagangan terbesar yang pernah diselenggarakan Pemerintah Indonesia di luar negeri.

Pameran ini adalah bagian dari program dan berbagai kerja sama yang Indonesia tawarkan ke negara-negara Pasifik dalam kerangka Pacific Elevation yang disusun dua tahun lalu di Auckland, Selandia Baru.

"Pacific Elevation adalah komitmen kita untuk membangun perekonomian negara-negara di Pasifik," jelas Menlu Retno dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca Juga: Diwarnai Aksi Walkout, Sugianto Ditetapkan Jadi Ketua Golkar Kabupaten Bandung

"Presiden Jokowi mengharapkan Indonesia lebih tampil di kawasan ini dengan memberikan manfaat sebagai sesama negara Pasifik," lanjutnya

Tantowi Yahya selaku Ketua Panitia Penyelenggara PE 2021 yang juga Dubes LBBP RI untuk Selandia Baru, Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook dan Nieu menjelaskan, ekspo kedua ini akan diselenggarakan di Christchurch pada minggu kedua Oktober.

Pemilihan Christchurch didasari pada berbagai keuntungan yang ditawarkan kota tersebut, antara lain kota perdagangan kedua terbesar, pintu masuk ke Pulau Selatan yang merupakan pusat pariwisata Selandia Baru, dan dukungan infrastruktur yang lengkap serta berkelas dunia termasuk di dalamnya lokasi acara dan konektivitas.

Baca Juga: Euis Ida Wartiah Bersama Kader Golkar Garut Serahkan Sembako Untuk Korban Longsor di Kampung Cipager Cilawu

Diharapkan 20 negara dan teritori di kawasan ini termasuk Selandia Baru, Australia, dan Indonesia akan menampilkan semua potensi mereka.

Selain pemerintah, PE juga akan menampilkan berbagai perusahaan dari kawasan ini. Produk-produk komoditas seperti kopi, coklat, makanan jadi, dan produk-produk maritim serta industri strategis diprediksi akan kembali menjadi primadona.

Ekspo kedua diharapkan mencapai transaksi yang melebihi angka 100 juta dollar Selandia Baru atau Rp 1 triliun seperti di ekspo pertama.

"Saya mempunyai keyakinan ekspo kedua ini akan sesukses yang pertama bahkan bisa lebih, melihat besarnya minat yang ditunjukkan calon peserta beberapa minggu setelah ekspo ini kami luncurkan," ujar Tantowi.

Baca Juga: Buntut Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182, Hamka Baco Kady Usulkan Revisi UU Penerbangan

"Kami sudah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Selandia Baru dan perwakilan negara-negara Pasifik yang ada di Wellington, dan respon mereka sangat positif dan membesarkan hati. Ini membuat kita semakin yakin, program seperti ini yang mereka butuhkan," jelas Tantowi yang juga adalah Dubes RI Keliling untuk Pasifik.

Kawasan timur Indonesia secara geografis dan demografis adalah bagian dari Pasifik. Fakta ini terus digaungkan belakangan ini dalam rangka memperlancar jalan Indonesia untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, di kawasan yang bertetangga langsung dengan NKRI tersebut. {kompas}

fokus berita : #Tantowi Yahya