03 Maret 2021

Golkar dan KPPG Sukabumi Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana Pergerakan Tanah di Nyalindung

Berita Golkar - Partai Golkar mengirim Bantuan ke lokasi Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Bantuan disalurkan untuk warga yang terkena dampak, terutama yang saat ini berada di posko pengungsian karena pemukiman mereka rusak akibat pergerakan tanah.

Bantuan dikirim langsung oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Budi Ashar Mutawali bersama fungsionaris KPPG (Kelompok Perempuan Partai Golkar). Bantuan diserahkan di posko pengungsian korban pergerakan tanah di Kampung Ciherang Desa Cijangkar dan Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung.

"Partai golkar kab Sukabumi dengan pengurus KPPG mendatangi masyarakat yang terkena Bencana alam pergeseran tanah di Nyalindung," jelas Budi Ashar usai menyalurkan Bantuan kepada sukabumiupdate.com, Rabu (3/3/2021) melalui pesan singkat.

Baca Juga: Endang Maria Astuti Minta Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak Dari Kekerasan Domestik

"Kami menyampaikan belasungkawa dan menyampaikan Bantuan untuk masyarakat yang terdampak. Mudah mudahan bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak dari Bencana tersebut," lanjutnya.

photoBantuan Partai Golkar ke lokasi bencana di Kecamatan Nyalindung Sukabumi - (Partai Golkar )
Bantuan yang disalurkan menurut Budi adalah sembako, makanan bayi, dan suplemen untuk ibu hamil. Bantuan terkumpul melalui partai dan fraksi yang ada di lembaga legislatif.

Setelah melihat dan mendengar langsung dari warga terdampak, Partai Golkar sambung Budi akan mendorong pemerintah untuk secepatnya melakukan penanganan kepada warga yang terdampak, khususnya bantuan.

Baca Juga: Serap Aspirasi Masyarakat di Bumi Wiralodra, Hilal Hilmawan Blusukan ke 8 Desa di 7 Kecamatan

Desa Mekarsari dan Cijangkar di Kecamatan Nyalindung menjadi dua lokasi Bencana pergerakan tanah yang cukup parah. Warga di sejumlah kampung bahkan harus diungsikan karena tanah di pemukiman mereka sudah amblas dan merusak bangunan.

Pemerintah daerah sendiri, tengah menyiapkan lokasi relokasi untuk warga karena berdasarkan kajian lokasi semua sudah tak layak digunakan kembali. {sukabumiupdate}

fokus berita : #Budi Ashar Mutawali