31 Oktober 2017

Ahmad Hidayat Mus Sebut Koalisi Nasdem-Golkar di Pilgub NTT Masih Akan Dievaluasi

Berita Golkar - Peta koalisi partai-partai di Pilgub NTT masih teka teki. Berdasarkan jumlah partai dan kursi DPRD yang dikuasai, bisa muncul tiga koalisi pasangan calon. Koalisi pertama dipimpin Golkar, kedua PDIP, ketiga Gerindra dan NasDem Tiga partai ini memperoleh kursi terbanyak.

Koalisi Pilgub kali ini menjadi keharusan. Tiada satupun partai bisa mengusung calonnya sendiri. Golkar hanya 11 kursi, PDIP hanya 10 kursi, Sedangkan Gerindra dan NasDem memiliki 8 kursi. Padahal syarat mengusung minimal 13 kursi legislatif. Mungkinkah tiga koalisi akan terbentuk? Sepertinya peluang itu sangat ada. Elit partai pasti akan berhitung peluang kemenangan calon yang diusung. Hasil survei para kandidat menjadi pertimbangan utama.

Kandidat cagub dan cawagub dengan partai koalisi yang sudah mendeklarasi diri baru paket Esthon-Chris diusung 3 partai politik Gerindra, PAN dan Perindo. Secara internal PDIP belum memutuskan calon. Sementara koalisi NasDem-Golkar yang mengusung Jacki Uly dan Melki Laka Lena pun akhir-akhir ini menjadi pertanyaan publik. Apakah tetap pada posisi yang sudah diputuskan ataukah berubah?

Pasalnya, Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia II; Ahmad Hidayat Mus, Minggu (29/10/2017) mengatakan terkait Pilgub NTT dan Pilbup 10 kabupaten di NTT, DPP Golkar masih akan melakukan evaluasi berkala terhadap dinamika politik yang terjadi di setiap daerah. Evaluasi dilakukan secara berkala baik terhadap pasangan calon yang sudah diputuskan maupun yang belum diputuskan terkait elektabilitas dari waktu ke waktu.

Menurut Ahmad, evalusi terkait Pilkada serentak ini setelah pertemuan dengan Ketum Setya Novanto, Sekjen Idrus Marham, Ketua Harian Nurdin Halid dan PP Bali Nusra beberapa waktu lalu. Menurut Ahmad, DPP Partai Golkar selalu rutin melakukan survei dan memperhatikan survei yang dilakukan berbagai pihak terkait 171 Pilkada di Indonesia.

“DPP Partai Golkar pada pertengahan November, akan melakukan survei terhadap pasangan calon yang sudah diputuskan untuk Pilgub dan 10 Pilbup tingkat II di NTT. Hasil evaluasi menentukan sikap DPP Golkar apakah terus mendaftarkan pasangan calon yang sudah diputuskan DPP Golkar serta Parpol koalisi atau dilakukan perubahan lainnya,” jelas Ahmad dalam rilisnya.

Untuk itu, lanjutnya, DPP Golkar mendorong semua pasangan calon yang sudah diputuskan dan yang akan diputuskan untuk terus meningkatkan elektabilitas dari waktu ke waktu. Deklarasi pasangan calon baik untuk Pilgub NTT dan untuk Pilbup, jelasnya, dilakukan setelah DPP Golkar memutuskan dan menugaskan DPD I dan DPD II. [porosntt]

fokus berita :