24 Maret 2021

Bagus Adhi Harap Demplot Subak di Tabanan dan Jembrana Hasilkan Beras Premium Cegah Diabetes dan Stunting

Berita Golkar - Untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit seperti mencegah diabetes dan stunting hingga bisa menjadi produk beras khas dan premium, Anggota Komisi IV DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, S.H.,M.H., (Amatra) terus mendukung dan mendorong kelompok subak di Bali agar menanam dan mengembangkan padi varietas unggul baru (VUB) yang mempunyai keunggulan dan kekhasan tertentu.

Untuk mewujudkan hal itu, wakil rakyat yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan dan kelautan ini mengajak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali dengan membentuk demplot pengembangan padi VUB khusus dan VUB spesifik lokasi di Jembrana tepatnya di dua kelompok subak yaknk di Subak Pengembungan, Tegaljadi, Marga, Kabupaten Tabanan (periode April/Mei -Agustus).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Prihatin, Penuhi Kebutuhan Jahe Saja Indonesia Impor Dari Myanmar dan Thailand

Selain itu, Subak Baluk, Desa Baluk, Negara, Kabupaten Jembrana (periode Juni/Juli-Oktober). Kedua demplot ini ditargetkan mencakup luas lahan sawah mencapai 15 hektar.

Untuk melihat langsung langkah mulia tersebut, pada Selasa (23/3/2021) Anak Agung Mahendra Putra (Amatra) yang akran disapa Gus Adhi ini meninjau persiapan pelaksanaan demplot ini di Subak Baluk bersama Kepala BPTP Bali Dr. drh I Made Rai Yasa MP., Penanggung Jawab Program /Koordinator Pelaksana Demplot Nyoman Adi Jaya, didampingi Kelian Subak Baluk Komang Suartama.

“Saya dukung terus petani mengembangkan padi varietas unggul baru yang punya kekhasan untuk menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat seperti mencegah diabetes hingga stunting. Ini juga bisa menjadi produk beras khas dan premium yang bisa meningkatkan pendapatan petani," kata Gus Adhi yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI ini.

Baca Juga: Pemimpin Modern dan Demokratis, Nurdin Halid: Airlangga Hartarto Sosok Ideal Capres 2024

Gus Adhi yang juga Ketua Depidar (Dewan Pimpinan Daerah) SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) Provinsi Bali ini berharap pengembangan demplot ini juga tercipta pola petanian yang maju, mandiri dan modern.

Sehingga pertanian semakin menjadi sektor yang menjanjikan kesejahteraan. Meskia ia mengakui masih ada sejumlah tantangan khususnya alih fungsi lahan pertanian hingga alih fungsi sumber daya manusia pertanian.

“Saat ada pandemi Covid-19 banyak yang kembali beralih ke pertanian dan kini mendadak jadi petani. Tapi ini harus dilakukan dengan serius jangan jadi sekedar sampingan,” harap politisi Golkar asal Kerobokan Badung ini.

Baca Juga: Jokowi dan MPR Menolak, Ahmad Doli Kurnia Minta Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Disetop

Koordinator Pelaksana Demplot Nyoman Adi Jaya yang juga dari BPTB Bali menerangkan demplot ini pertama untuk mempercepat proses penyebaran VUB padi khusus dan spesifik lokasi melalui pelaksaan demplot.

Kedua, memberikan alternatif pilihan VUB sesuai kebutuhan pengguna spesifik lokasi/daerah. Ketiga untuk peningkatan kapasitas SDM, produktivitas dan pendapatan petani. Dimana jadwal pelaksanaan demplot ini akan mulai bulan Juni/Juli 2021.

VUB yang disepakati akan didemplotkan yakni VUB padi speklok: turunan Ciherang (Bioni Ciherang & Inpari 32) sebagai alternatif peningkatan produktivitas. Kedua, VUB padi khsusus seperti Jeliteng, Inpari Arumba & Pamelen (1 hektar) sebagai produk khas dan produk premium.

"Padi VUB khusus ini ada jenis beras merah dan beras hitam yang termasuk pangan fungsional dan berdasarkan kandungan gizinya yang tinggi sangat baik untuk kesehatan," terang Adi Jaya mengakhiri. {baliberkarya}

fokus berita : #Bagus Adhi