02 April 2021

Tuan Guru Bajang: Terorisme Rusak Kemanusiaan, Koyak Persaudaraan, Redupkan Cahaya Kemuliaan Islam

Berita Golkar - Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi atau TGB mengajak ummat untuk melawan segala bentuk terorisme. Ajakan melawan aksi terorisme itu disampaikan Tuan Guru Bajang yang merupakan politisi partai Golkar ini melalui akun Instagram miliknya @tuangurubajang.

"Mengapa Kita Harus Melawan Terorisme," tulis Tuan Guru Bajang.

"Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuhu. Terorisme itu menghancurkan banyak hal baik di tengah kita," tulisnya lagi.

Tuan Guru Bajang pun puny alasan mengapa aksi terorisme harus dilawan.

Baca Juga: Adde Rosi Khoerunnisa Dorong Pemerintah Blokir Situs-Situs Penyebar Radikalisme

"Merusak kemanusiaan, mengoyak persaudaraan, menciptakan saling curiga dan permusuhan, bahkan bisa meredupkan cahaya kemuliaan Islam," tulis Tuan Guru Bajang lagi.

Postingan ini mendapat respon dari netizen. @eenkahmad: Sejuk banget dgr TGB klw berbicara @eviumar_: Islam bukan teroris pak. Kalau pun dia islam. Tpbukan berarti ajaran islam radikal. Mereka oknum yg kebetulan islam

@herrymontana: Berhentilah mengkaitkan terorisme dgn Islam wahai tuan guru.... mereka tak pernsh berhenti hendak memadamksn cahaya Islam... janganlah kita menjadi bagian dr "mereka"...... naudzubillah.

Baca Juga: Ribuan Pengusul BPUM Tak Bisa Cairkan Bantuan Bank, Nusron Wahid Protes Menkop UKM

@zamanpengelana: Afwan tuan guru..... TEROSISME tidak ada kaitannya dgn agama manapun...itu bahasa tengahnya. Jangan seolah unmat muslim saja yg jadi Teroris setiap ada boom. Sehingga seolah kalau ada yg boom maka islamlah yg akan redup. G faham ana dgn ini

@nasrunly: Cara melawan terorisme yg mengatasnamakan Islam itu gampang,, buat aja batasan, caranya klo mereka mati, jangan kuburkan mayatnya di pekuburan Muslim, buang mayatnya ke Laut, itu adalah bukti bahwa kita tidak menerima mereka bagian dari kita,,, klo kita tidak membuat batasan, maka akan ada terus oknum yg mencatut Nama Islam,, ulama seluruh Indonesia harus sepakat dgn cara ini

@tegkaryadi:....nggak pernah kita bilang bahwa itu dilakukan oleh oknum. Tp ketika yg melakukan bom bukan orang Islam, kita tidak menyebutnya sbg tindakan teroris. Terorisme itu diciptakan utk menghantam Islam yg justru sebenarnya sejak dulu Islam dan Ummat Islam adlah benteng Negeri ini

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jambi, Pinto Jayanegara Hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Merangin TA 2022

@moha_inayatulloh: Semua agama melarang teroris, hanya orang tak beragama yang tega melakukan itu. pura2 jadi orang islam untuk mencoreng nama baik para pahlawan islam amar maruf nahi munkar

@berry_anggoro: Teroris bukan islam. Islam tidak pernah mengajarkan membunuh orang tanpa sebab yg haq.

Aksi Teroris ZA Tembak 6 Kali ke Arah Polisi di Mabes Polri, Berawal Tanya Kantor Pos

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa terduga teroris ZA menembak sebanyak enam kali ke arah petugas di area Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca Juga: Bambang Patijaya Minta Raperda Pariwisata Harus Punya Otot Bangun Bangka Belitung Lebih Baik

Listyo mengungkapkan, awalnya ZA menanyakan keberadaan kantor pos kepada polisi yang berjaga di pos Mabes Polri. Polisi lalu menunjukkan arah kantor pos yang dimaksud. ZA lantas keluar pos penjagaan Mabes Polri, namun rupanya dia kembali lagi dan mengarahkan tembakan kepada anggota polisi di lokasi.

"Dua kali tembakan kepada anggota yang ada di dalam pos, dua kali yang ada di luar, dan dua lagi menembak kepada anggota yang ada di belakangnya," kata istyo saat konferensi pers, Rabu (31/3/2021) malam.

Atas tindakan pelaku ZA, polisi lantas mengambil tindakan tegas menembak ZA hingga tewas tersungkur. "Kemudian terhadap tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas terukur terhadap yang bersangkutan," terang Listyo.

Baca Juga: Hari Film Nasional, Rudy Mas'ud Nobar Habibie Ainun 3 Bersama 344 Kader Golkar Kaltim

Listyo juga memastikan bahwa ZA merupakan seorang perempuan. Hal tersebut setelah Polri mengidentifikasi berdasarkan hasil sidik jari dan face recognation.

"Kemudian dari hasil profiling yang bersangkutan ini adalah tersangka pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS, yang dibuktikan dengan posting-an di sosial media," katanya.

Lebih lanjut, Listyo mengatakan pelaku ZA memiliki Instagram yang baru dibuat atau di-posting 21 jam yang lalu. "Di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan bagaimana perjuangan jihad," jelasnya.

Baca Juga: Deding Ishak Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Teror ke Pesantren dan Ulama di Ciamis

Berani dan Nekad, Ini Sosok ZA, Terduga Teroris Tewas di Mabes Polri, Wanita 25 Tahun & Mahasiswa DO

Publik kembali dikejutkan dengan berita penyerangan teroris ke Mabes Polri. Mabes Polri diserang teroris, Rabu 31 Maret 2021 sore. Berani dan Nekad, siapa sangka Begini sosok ZA, terduga teroris yang tewas di Mabes Polri.

Pelaku ternyata seorang wanita muda berusia 25 tahun dan mahasiswa drop out ( DO ) Sosok ZA diungkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Rabu (31/3/2021).

"Yang bersangkutan bernama ZA umur 25 tahun, alamat di Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur," ujarnya dalam tayangan Kompas TV Live.

Baca Juga: Sarmuji Optimis Golkar Tambah 4 Kursi Jadi 17 Kursi di DPRD Jatim, Ini Alasannya

Kapolri juga menyampaikan, terduga teroris berideologi radikal, dan dibuktikan dari postingan sosial media ZA. Kapolri juga mengatakan ZA dalam beraksi secara Lone Wolf, atau sendiri tanpa bantuan. Selain itu sosok ZA rupanya merupakan mahasiswa Drop Out (DO) dari salah satu perguruan tinggi.

Seorang terduga teroris nekat menerobos masuk ke Mabes Polri Jakarta, Rabu (31/3/2021), sore hari. Tampak terduga teroris diduga berjenis kelamin perempuan, tampak dari pakaian yang dikenakan.

Terduga teroris diketahui membawa diduga senjata, yang diacung-acungkan ke arah petugas kepolisian. Berdasarkan tayangan video YouTube Kompas TV Live, awal mula terduga teroris masuk melalui pintu belakang Mabes Polri.

Tampak dalam video, terduga teroris sempat mondar-mandir di area penjagaan, lantas mulai mengacungkan senjata.

Baca Juga: Insiden Penembakan di Mabes Polri, Lodewijk Paulus Sebut Aparat Kecolongan

Terduga teroris diduga berjenis kelamin perempuan di Mabes Polri, Rabu (31/3/2021)
Lantas tampak juga beberapa petugas kepolisian mulai berusaha mengamankan terduga teroris.

Terduga teroris tetap berusaha mengarahkan senjata yang dibawanya ke arah polisi. Seperti diketahui lokasi aksi nekat penyerangan tersebut dekat dengan ruang Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Beberapa saat kemudian terdengar suara tembakan beberapa kali, yang di arahkan ke terduga teroris.

Terduga teroris pun langsung jatuh tidak berdaya, hingga akhirnya dinyatakan tewas. Tim forensik datang mulai memeriksa jenazah. Dan mengambil tas hingga semacam buku berwarna kuning, yang juga diidentifikasi soal isinya. Di sisi lain terkini situasi di area Mabes Polri teus memperketat keamanan.

Baca Juga: Mabes Polri Diserang Perempuan, Supriansa Minta Polwan Ditempatkan di Pos Jaga

Sosok Pria Bermobil

Ari (27) juru parkir di area Mabel Polri mengaku melihat dua orang mencurigakan, sebelum adanya kejadian penyerangan. Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, dua orang tersebut mengendarai mobil minibus silver, Rabu (31/3/2021) sore.

Namun Ari tidak melihat mobil terduga teroris masuk melalui pintu utama. "Kayaknya dia masuk dari pintu belakang, yang dekat PUPR. Saya kan di sini (pintu utama) dari pagi, itu saya nggak lihat," tutur Ari.

Menurut dia, kedua teroris tersebut merupakan laki-laki dan perempuan. "Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu," kata Ari di lokasi.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Dinilai Miliki 2 Keunggulan Untuk Jadi Capres di 2024

Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan. "Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa," ujar dia.

Sementara itu, Ari menyebut terduga teroris laki-laki tidak turun dari mobil. "Sampai sekarang masih dicari kayaknya," ucap Ari.

Ia menjelaskan, peristiwa penyerangan oleh orang tak dikenal yang diduga teroris itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berita terkait penyerangan terduga teroris di Mabel Polri lainnya. {kupang.tribunnews}

fokus berita : #Tuan Guru Bajang