06 April 2021

Kertajati Sepi dan Jadi Bengkel Pesawat, Bambang Hermanto: Kalau Begini Membebani Negara

Berita Golkar - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Hermanto mengaku heran dengan kajian awal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pasalnya, sejak dioperasikan bandara itu masih sepi.

Hal itu ditanyakannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub. Sepinya Bandara Kertajati disebut sudah terjadi sejak sebelum ada pandemi COVID-19.

"Terkait Bandara Kertajati sampai hari ini saya belum melihat ada aktivitas. Bandara ini dulu kajiannya seperti apa? Kok sampai hari ini (masih sepi) sudah berapa tahun lamanya sebelum pandemi," kata Bambang, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Reposisi Fraksi Golkar DPR RI, Muhammad Fauzi Pindah Dari Komisi VIII ke Komisi V

Dia pun heran dengan kabar yang beredar baru-baru ini bahwa Bandara Kertajati akan 'disulap' menjadi bengkel pesawat. Jika dilakukan tanpa kajian yang matang, hal itu disebut hanya membebankan anggaran negara.

"Ini dulu kajiannya seperti apa kok sampai hari ini bandara yang sudah siap digunakan tapi belum bisa dioperasikan? Malah saya mendengar akan dijadikan bengkel tempat perbaikan pesawat, ini kajiannya gimana. Kalau terus-terusan begini kan membebani negara," imbuhnya.

Menjawab itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto tetap pede bahwa Bandara Kertajati suatu saat akan ramai. Katanya hal itu akan terjadi setelah Tol Cisumdawu selesai dibangun tahun ini.

Baca Juga: Airlangga Perpanjang PPKM Mikro di 20 Provinsi Hingga 19 April 2021

"Key success-nya memang pada tol. Kami yakin kalau Cisumdawu sudah terkoneksi dengan Bandara Kertajati maka kami sepenuhnya yakin itu akan menjadi suatu bandara yang cukup bisa dibanggakan oleh bapak/Ibu sekalian, utamanya masyarakat yang ada di Jawa Barat," tuturnya.

Novie menegaskan bahwa Bandara Kertajati tidak hanya akan menjadi bengkel pesawat seperti yang ramai belakangan ini. Dia akan mengoptimalkan fungsi bandara itu dengan menjadikan tempat untuk berangkat haji dan umroh, hingga menjadikan angkutan yang terhubung dengan Pelabuhan Patimban.

"Memang banyak ditulis itu hanya digunakan untuk bengkel, ini kayaknya meremehkan, tidak seperti itu ya," tegasnya. {finance.detik}

fokus berita : #Bambang Hermanto