08 April 2021

Kesederhanaan Sosok Paman Birin, Sang Pengemban Amanah Pimpin Kalsel

Berita Golkar - Sebagian orang tidak bisa melihat sisi lain seorang Sahbirin Noor, mereka hanya melihat H Sahbirin Noor atau sapaan akrabnya Paman Birin sosok yang tidak bersahaja dan eksklusif. Padahal, H Sahbirin Noor adalah orang yang suka keterbukaan dan kesederhanaan.

Mungkin sudah banyak yang melihat H Sahbirin Noor atau Paman Birin, langsung turun ke parit bergabung dengan warga bersih-bersih, menyapu masjid, turun ke sawah menanam padi.

Tapi entah bagaimana apa yang dilakukan itu selalu diisukan miring. Berat memang, menunjukkan sesuatu yang baik karena sesuatu yang baik itu belum tentu dinilai baik bagi orang lain.

Selama ini banyak orang selalu mencari kesalahan H Sahbirin Noor, tapi sayang mereka tidak menemukan kecuali melempar isu-isu yang memperburuk citra H Sahbirin Noor.

Baca Juga: Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Berbasis IT di Indonesia

Diketahui, H Sahbirin Noor lahir di Banjarmasin tanggal 12 November 1967, sekolah di Madrasah Ibtidaiyah TPI Budi Mulia Sungai Jingah Banjarmasin, SMP Negeri 10 Banjarmasin, pendidikan SI diperoleh dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari dan S2 di Universitas Putra Bangsa Kota Surabaya.

Selanjutnya, H Sahbirin Noor terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkal Provinsi Kalimantan Selatan dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Kantor DPP Golkar Jakarta tahun 2017.

Saat itu dia menyampaikan bahwa dirinya dan kader Golkar akan bergerak bersama-sama memajukan Kalimantan Selatan. Tanggal 17 Juli 2020 H Sahbirin Noor kembali terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Minta Komnas HAM Tuntaskan Konflik Agraria, Supriansa: Beberapa Regulasi Cenderung Rugikan Masyarakat

Setelah menang pilkada Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015 berpasangan dengan Rudy Resnawan, Sahbirin kembali mencalonkan diri pada pilkada Gubernur Kalimatan Selatan tahun 2020.

Pilkada tanggal 9 Desember 2020 sampai saat ini belum ada pemenangnya, karena lawan politiknya Denny-Difri mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi mengenai perselisihan suara sebanyak 8.127. Denny-Difri mendapatkan suara 843.695 (49.76 persen) dan Sahbirin-Muhidin 851.822 (50,24 persen).

Setelah diperkarakan di Mahkamah Konstitusi, MK akhirnya memutuskan bahwa beberapa TPS harus diulang pencoblosannya melalui Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Keputusan itu disambut dengan salat hajat oleh Paman Birin, sambil menyiapkan strategi untuk kembali merebut hati rakyat dalam pemilihan PSU pada 9 Juni 2021.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Minta Shalat Tarawih dan Idul Fitri Berjamaah Harus Tetap Perhatikan Prokes

Menurut Paman Birin, hasil keputusan MK harus disambut sebagai bagian dari kemajuan demokrasi Indonesia dan mempersiapkan diri berkompotisi dengan Denny Indrayana mendapatkan kursi kepemimpin Kalimantan Selatan.

Melihat kepemimpinan Sahbirin 2015-2020, ada beberapa bukti yang dapat menunjukkan sederhanaan Sahbirin, bisa dilihat saat peristiwa makan siang bersama petani di Pondok Sawahan Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat. Hidangan yang sangat sederhana, tetap dihargainya sebagai karunia Allah.

Makanan yang disajikan Garinting Sapat (ikan sapat kering) disantap dengan lahap. Joke-joke ringan Paman Birin menambah hangatnya pembicaraan antara warga biasa dengan gubernurnya.

Baca Juga: Ketum Airlangga: Kader Golkar Harus Jadi Katalisator Perubahan

Marliah menuturkan bagaimana sosok seorang Sahbirin Noor yang ramah dan peduli. “Kami sangat senang dengan sosok Paman Birin ( H Sahbirin Noor ), beliau tidak hanya ramah tetapi juga humoris dan memiliki kepedulian dengan masyarakat” tuturnya.

Masih menurut Marliah, meski Paman Birin seorang Gubernur, dalam keseharian Sahbirin tidak sungkan membaur dengan warga dan turun ke sawah menanam padi bersama petani.

Sementara itu, Noordiah, salah satu petani dari Desa Sungai Batang menilai Paman Birin termasuk salah satu pemimpin yang gemar bekerja, buktinya Paman Birin bersama para petani menanam bibit padi.

“Beliau termasuk sosok pemimpin yang memiliki semangat tinggi, gemar bekerja dan memberikan teladan untuk selalu berihktiar. Kami sangat termotivasi dengan keteladanan yang dicontohkan, bekerja keras dan bekerja gembira,” kata Noordiah.

Baca Juga: Dukung BKKBN Percepat Penurunan Stunting, Yahya Zaini Usulkan Kampanye Literasi Nasional

Kegiatan seperti ini dinikmati oleh Paman Birin, bisa dibuktikan pada hari yang berbeda. Saat itu, setelah peletakan batu pertama pembangunan Kantor Sekretariat Pondok Pesantren Takhashush Diniyah, Jalan Handil Gayam Desa Kampung Baru, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar.

Paman Birin kembali ikut gotong royong menebar bibit padi bersama petani Desa Sungai Batang Kecamatan Martapura. Begitulah Paman Birin, mudah diajak bersama masyarakat bergotong royong dan menikmati kesederhanaan.

Gaya sederhana, baju kaus, sarung dililitkan di badan, kopiah hitam. Walau Paman Birin begitu sederhana tapi ada saja orang yang iri dengan kesederhanaannya. Banyak yang merindukan Paman Birin, dia tidak banyak bicara, tapi selalu ada waktu hadir ditengah-tengah warganya.

Baca Juga: Halangi PAW Abdul Kadir Mangkat, Fraksi Golkar Dukung Mosi Tidak Percaya Pada Ketua DPRD Bolmong

Ini mengingatkan pemimpin sahabat Nabi, Umar bin Khattab, Khalifah kedua setelah Abu Bakar, selalu berpakaian sederhana, baik sebelum dan saat menjadi khalifah.

Kesederhanaanya disaksikan Raja Hurmuzan Raja Persia. Walau jabatannya tinggi tapi dia dengan kesederhaannya bisa tidur pulas di beranda masjid berbantalkan mantel yang dipakainya sehari-hari.

Kesederhaaan Umar bin Khattab juga terlihat saat berkunjung bersama ajudannya ke Yerussalem, hingga Uskup Severinus tidak dapat membedakan antara khalifah Umar dan ajudannya karena kesederhaan pakaian yang dipakainya.

Baca Juga: Golkar Aceh Timur Gelar Syukuran dan Silaturahmi Pengurus Baru di Desa Kuala Matang Rayeuk

Kesederhanaan Umar bin Khattab ada kemiripan dengan Paman Birin soal kesederhaan. Paman Birin bisa tidur di kursi, bisa juga berbaring di perahu kecil, dan baju kaus yang melepaskan pangkat dan jabatannya, serta aksi langsung turun kerja lapangan yang biasa dilakukan pegawai bawahan.

Kesederhanaan perilaku terpuji Paman Birin itu mungkin diwarisi dari kakek-kakenya, salah satunya adalah Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari, salah satu wali banua yang ada di Kalimantan Selatan. {banjarmasin.tribunnews}

fokus berita : #Sahbirin Noor #Paman Birin