15 April 2021

Kepengurusan Baru Golkar NTB Rangkul Sejumlah Figur Muda

Berita Golkar - Sari Yuliati, salah satu formatur kepengurusan DPD Golkar Provinsi NTB, mengatakan usulan kepengurusan yang telah sampai di meja Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, telah dirancang dengan semangat rekonsiliasi.

Koordinator Daerah (Korda) DPP Golkar NTB untuk NTB itu juga merasa perlu menegaskan bila tidak ada perpecahan dalam Golkar NTB. “Yang pertama, tidak ada kubu-kubuan,” katanya, kemarin (13/4).

Kalaupun sempat terjadi perbedaan pendapat di internal partai Golkar NTB menurutnya itu hal yang biasa dan dinamika yang wajar dalam organisasi. Bahkan tidak hanya Golkar, semua organisasi lain pasti mengalami hal yang sama.

Baca Juga: Wayan Gunawan Harap Galungan dan Kuningan Jadi Pertanda Baik Berakhirnya Pandemi

Formatur juga telah bekerja dengan semangat kebersamaan. Tidak ada upaya saling menyingkirkan kelompok atau figur tertentu. “Yang kedua, hasil (kerja) formatur (membantu ketua DPD Golkar Provinsi NTB), kepengurusan (kali ini) mengakomodir banyak pihak,” tegasnya.

Sari pun menaruh harapan besar, dengan komposisi yang ada saat ini, Golkar Provinsi NTB yang dinakhodai H Mohan Roliskana dapat lebih menaikkan lagi marwah Golkar sebagai partai terbesar di NTB.

Dia menepis, bila kubu Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak, disingkirkan di kepengurusan kali ini. Figur Bodak yang saat ini duduk di DPRD NTB misalnya, telah dimasukkan dalam struktur kepengurusan DPD Golkar Provinsi NTB. “(Semua Anggota) fraksi Golkar NTB, juga semua pengurus (DPD Golkar NTB),” tegasnya.

Baca Juga: Melki Laka Lena Ingatkan Pemerintah, TKA di Labuan Bajo Harus Tertib dan Patuhi UU Yang Berlaku

Kepengurusan DPD Golkar NTB kali ini lebih banyak diisi figur-figur muda. Namun hal ini bukan karena gagak merangkul golongan senior, tetapi sebagai langkah regenerasi partai Golkar di NTB yang sudah saatnya ditempuh. “Proses kaderisasi dan regenerasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, tiga pengurus inti Golkar NTB merupakan figur muda Golkar NTB. Baik dari sisi usia dan kiprah kepengurusan. Mereka antara lain H Mohan Roliskana yang duduk sebagai ketua, HL Satriawandi di sekretaris, dan Firadz Pariska sebagai Bendahara.

Sementara, H Abdul Hafid yang duduk sebagai Ketua Harian Golkar Provinsi NTB, termasuk generasi senior yang dirangkul di kepengurusan kali ini. Sari pun mengisyaratkan tidak ada perubahan dengan kepengurusan yang telah diajukan. “(Tetapi SK) belum dikeluarkan oleh sekjen (masih menunggu tanda tangan Ketua Umum),” katanya.

Baca Juga: Muhidin M Said Dorong Peningkatan KUR Untuk Berdayakan UMKM di Luar Jawa

Sebelumnya, Mohan telah mengkonfirmasi nama-nama pengurus inti yang diusulkan ke DPP. “Ya itu terkonfirmasi,” tegasnya.

Mohan terlihat yakin tidak akan ada perubahan menyusul Sekretaris Jendral DPP Golkar Lodewijk F. Paulus telah lebih dahulu menandatangani SK. “Sudah selesai, sudah klir (tidak ada perubahan lagi) tinggal tunggu ditandatangani Ketum,” tegasnya. {lombokpost.jawapos}

fokus berita : #Sari Yuliati