30 April 2021

Mungkinkah Partai Golkar Melirik dan Menggandeng Poros Islam?

Berita Golkar - Sejumlah partai politik sudah mulai ancang-ancang menghadapi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024. Beberapa di antaranya bahkan sudah melakukan safari politik ke partai lain. Beberapa diantara dari mereka yang sudah melakukan safari politik adalah Ketua Umum Partai Persatuan dengan Pembangun (PPP) Suharso Monoarfa.

Pada Rabu 14 April 2021 lalu, ia bersama jajaran DPP PPP bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu di Kantor PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Hasil dari pertemuan tersebut, salah satunya memunculkan wacana untuk membentuk Poros Islam di Pemilu 2024.

Kemudian pada hari Kamis, (29/04/2021), giliran Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang bertemu Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Baca Juga: Pengajian Al-Hidayah Kampar Gelar Doa Bersama Bagi Korban Tragedi KRI Nenggala 402

Apa maksud dan tujuan dari pertemuan diantara ketua umum parpol tersebut? Jika mengacu pada keterangan yang Kabarpolitik.com dapat di media, misalnya pertemuan antara Presiden PKS dan Ketum Golkar, mereka menyepakati untuk mengutamakan politik kebangsaan Dan meninggalkan politik Identitas.

Tetapi, jika dilihat dari perspektif politik tentu ada maksud lain dibalik tujuan yang telah disepakati tersebut. Apalagi menjelang Pilpres 2024. Oleh karena itu, pertemuan antara ketum parpol tersebut menarik dianalisis. Terutama pertemuan antara Ketum Golkar dengan Presiden PKS.

Pertanyaannya, apakah Golkar ada rencana menggandeng PKS di Pemilu 2024? Lalu apakah mungkin hal itu akan dilakukan oleh partai berlambang pohon beringin tersebut?

Baca Juga: Soal RUU Sektor Keuangan, Misbakhun Minta Independensi OJK dan BI Dipertahankan

Dalam politik tentu tidak ada yang tidak mungkin. Sekalipun pada dasarnya PKS Partai Islam dan Golkar Partai Nasionalis, sangat mungkin mereka untuk berkoalisi. Pada Pemilu 2014 misalnya, kedua partai tersebut berkoalisi untuk mendukung Pasangan Prabowo-Hatta Bersama dengan Gerindra, PPP, PBB dan PAN.

Lalu di Pemilu 2024 mendatang, apa yang memungkinkan keduanya akan berkoalisi? Kemungkinan keduanya berkoalisi tentu tidak bisa dilepaskan dari kemungkinan capres-cawapres yang akan mereka usung.

Pada Pilpres 2019 harus diakui Golkar seakan tak berdaya karena tidak punya kader yang diusung menjadi capres/cawapres. Golkar tentu akan bekerja keras di Pilpres 2024 untuk dapat mengusung kadernya sendiri baik menjadi capres atau cawapres.

 

Baca Juga: Lamberthus Jitmau Ajak Pengurus Baru Golkar Papua Barat 2021-2025 Tancap Gas

Maka jika tidak diberikan ruang untuk mengambil salah satunya oleh PDIP/GERINDRA yang saat ini menjadi patnernya di pemerintah, bukan hal yang mustahil bagi Golkar untuk berpaling dan merangkul partai-partai lain untuk mengusung capres-cawapres sendiri

Jika dilihat dari tokoh-tokoh yang muncul baik menjadi capres maupun cawapres, PDIP sudah punya nama-nama seperti Ganjar Pranowo dan Puan Maharani, lalu Gerindra punya Prabowo. Jadi kemungkinan besar Golkar akan susah menempatkan satu kadernya untuk menjadi capres atau cawapres di koalisi tersebut. Maka, pilihannya adalah membuat koalisi baru dengan partai-partai lain.

Di partai Golkar sendiri memang tidak banyak kadernya yang saat ini muncul di bursa capres 2024, hanya ada satu yaitu Ketua Umumnya Airlangga Hartanto. Jika Golkar serius ingin mengusungnya, maka pilihannya adalah membentak koalisi dengan PKS beserta partai-partai lain terutama yang berbasis Islam seperti PPP dan PAN.

 

Baca Juga: Pertanyakan Kabar Satgas COVID-19 Jambi, Pinto Jayanegara: Koordinasi Penanganan dan Vaksinasi Sangat Penting

Dengan berkoalisi bersama partai-partai tersebut, Golkar bisa menggandengkan Airlangga dengan salah satu kader dari partai tersebut atau bahkan Anies Baswedan yang saat ini dapat dikatakan mewakili kelompok-kelompok Islam.

Kesimpulannya, apakah Golkar mungkin merangkul Poros Partai Islam yang digawangi oleh PKS dan PPP? Jawabannya memang masih sangat dini, tetapi tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Bahkan kalau dilihat dari niat Golkar untuk bisa mengusung capres-cawapres sendiri sangat besar kemungkinan tersebut akan terealisasi. {kabarpolitik}

fokus berita : #Airlangga Hartarto