02 Mei 2021

Peringati Hari Kartini dan Hardiknas, KPPG dan IIPG Bali Gelar Pelatihan Instruktur Mejejaitan Banten

Berita Golkar - Beragam cara dilakukan untuk mensosialisasikan adat dan budaya Bali agar tidak mengalami kepunahan.

Seperti yang dilakukan oleh Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali dan Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Bali yang menggelar pelatihan instruktur banten di wantilan DPD Golkar Bali, Denpasar, Minggu 2 Mei 2021.

Mengambil momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kartini, Ketua KPPG Bali, Gusti Ayu Putu Ardaba Korry mengatakan bahwa pelatihan tersebut sengaja digelar untuk meningkatkan kemampuan para perempuan Bali dalam memahami bentuk, fungsi dan makna dari sebuah banten.

Baca Juga: Lamberthus Jitmau Ajak Pengurus Baru Golkar Papua Barat 2021-2025 Tancap Gas

Selain itu juga untuk menyiapkan diri agar perempuan partai Golkar mampu menjadi instruktur mejejaitan di wilayahnya masing-masing.

“Pelatihan instruktur mejejaitan banten ini pesertanya dari Kartini Golkar semua. Sebab Kartini Golkar nantinya supaya menjadi pelita senantiasa ada di sisi masyarakat,” katanya.

Pada pelatihan yang diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari KPPG dan IIPG se-Bali ini lebih berfokus dalam membuat banten pejati yang diberikan oleh pemateri dari Kementerian Agama Kota Denpasar.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap para Kartini Golkar Bali dapat memahami terkait bebantenan dan menjadi instruktur di DPD maupun wilayahnya masing-masing.

 

Baca Juga: Golkar-PKS Bertemu, Sepakat Kedepankan Politik Kebangsaan Bukan Politik Identitas

“Kekayaan sifatnya sementara, jabatan sifatnya sementara, dan menjadi orang bernilai dalam membantu orang lain tiada tara. Bagaimana perempuan Golkar memahami menjaga lokal genius di Bali jangan sampai lupa makna dari banten. Sebab tugas perempuan Golkar Bali bukan hanya saja sebagai istri saja,” tegasnya.

Ia juga menambahkan hasil dari pelatihan nantinya agar dapat dimanfaatkan di masing-masing kabupaten. Selain itu dapat meningkatkan SDM perempuan Golkar saat hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Sehingga tidak hanya tahu bentuknya saja, tapi menjadi tahu tata cara mejejaitan, dan bisa membuat sendiri serta memahami apa saja yang ada di dalamnya,” tandasnya.

Di sisi lain, Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menambahkan pelatihan tersebut guna meningkatkan Tattwa, Susila dan Upakara para perempuan Golkar.

 

Baca Juga: LSI Nilai Kinerja Moncer Airlangga Beri Dampak Positif Pada Elektabilitas Golkar

“Sebagai perempuan melakukan tugas-tugas dalam rumah tangga itu dilakukan secara sinergis. Harus dibekali ini juga (cara membuat banten,Red) sebagai tugasnya beryadnya dalam khidupan bermasyarakat terutama pada Tattwa, Susila dan Upakara,” ujarnya.

Ia menambahkan banyak yang tahu banten namun tidak sedikit yang tidak tahu makna dan artinya upakara. Sehingga apa yang dihaturkan itu akan bermakna, jika dilakukan atau membuat sendiri dengan pendalaman fungsi dan maknanya. Yang mana nantinya bisa ditularkan kepada masyarakat.

“Jika diibaratkan kalau perempuan Golkar ini menguning seperti padi. Kalau padi menguning, panen pasti akan tiba yang membuat kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. {bali.tribunnews}

fokus berita : #Putu Ardaba Korry