04 November 2017

Eni Saragih Tebar Ratusan Konverter Kit dan Alat Deteksi Ikan Bagi Nelayan Lamongan

Berita Golkar - 279 nelayan di Paciran, Lamongan mendapat bantuan konverter kit, Kamis (2/11/2017). Penyerahan bantuan dalam rangka konversi BBM ke BBG dilakukan Eni Maulani Saragih, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Golkar (FPG) didampingi Sekretaris Ditjen Migas, Susyanto, Kepala Dinas KKP Lamongan Moko dan Perwakilan PT Pertamina sebagai mitra.

Wiwit, seorang nelayan mengaku gembira mendapat bantuan tersebut. "Ini akan mengurangi biaya dan menambah penghasilan," ujarnya. Apalagi ditambah alat pendeteksi ikan yang membantu memudahkan nelayan mencari sasaran dan penangkapan.

Sementara Eni Saragih mengatakan, pemberian bantuan konverter kit ini untuk meringankan beban para nelayan. Tiga hari sebelumnya, juga dilakukan pembagian bertahap alat konverter BBG untuk nelayan di Lamongan. Menurut Eni, konversi nasional BBG tahun 2017 adalah program nasional yang dirancang presiden dalam rangka konversi BBM ke BBG sebagai bahan bakar perahu nelayan untuk menangkap ikan.

Sebagai anggota Komisi VII dan Banggar DPR RI, dia mengaku bangga karena konversi gas bisa terealisasi. Konversi BBM ke BBG ini diperuntukkan bagi nelayan dengan kapasitas mesin dibawah 6 GT. Sehingga sifatnya nelayan dengan daya tangkap mikro.

Untuk itu, bagi yang memiliki mesin diatas spesifikasi ini belum bisa menerima bantuan dari program ini. Seharusnya para nelayan yang sudah menerima bantuan untuk manfaatkan sebaik baiknya. "Bantuan ini nilainya tidak kecil. Sekitar Rp 11 juta per unit. Mulai dari mesin hingga tabung pengisiannya," jelas Eni.

Rencananya, Januari 2018 nanti, Lembaga penerbangan dan Antariksa( LAPAN) akan turun ke Lamongan dan Gresik dalam rangka pelatihan dan penyerahan bantuan alat deteksi ikan bagi nelayan. Ini bisa dimanfaatkan karena alat ini akan membantu nelayan untuk mengetahui dimana titik kumpul ikan dilaut dan meramalkan cuaca saat melaut.

Alat ini akan bekerja dengan menggunakan satelit, sehingga nelayan dapat mengukur jarak dan kapasitas angkut hasil yg ingin didapatkan. "Lamongan mendapat jatah pertama dari program LAPAN ini," ungkap Eni. Bantuan ini nilainya cukup besar, per unit harganya mencapai sekitar Rp 230 juta.

Ketua Rukun Nelayan Kecamatan Paciran, Mukhlisin berharapan agar kekurangan untuk 243 nelayan yang belum menerima bantuan segera terealisasi. "Katanya kekurangan itu akan direalisasikan pada 2018," ucapnya. [tribunnews]

fokus berita : #Eni Maulani Saragih