09 Mei 2021

John Rende Mangontan Prihatin Lihat SMAN XII Mampak Tertimpa Longsor, Desak Pemkab Tana Toraja Renovasi

Berita Golkar - Anggota DPRD Provinsi dari fraksi Golkar, Jhon Rende Mangontan prihatin melihat kondisi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri XII Kecamatan Mampak, Kabupaten Tana Toraja yang tertimpa longsor sejak 2019 lalu.

Hal itu diketahui JRM saat melakukan kunjungan kerja di daerah pemilihannya di Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (08/05/2021).

Dalam kunjungannya, politisi asal Tana Toraja itu sangat prihatin karena sejak sekolah tersebut terkena longsor, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tak pernah memperhatikannya alias abai.

Baca Juga: Airlangga Lantik Pengurus LKI, Sarmuji Pastikan Tim Medsos Golkar Jatim Sudah Jalankan Fungsi Serupa

“Miris kami melihatnya, Harusnya pemerintah bergerak cepat merenovasi sekolah tersebut apalagi kondisi tanah di sekitarnya rawan longsor,” kata JRM

Tak hanya itu, kondisi sekolah tersebut tak lagi mumpuni untuk ditempati proses belajar mengajar dikarenakan banyaknya kelas dan ruang komputer ambruk akibat longsor.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak sekolah, kondisi tersebut telah dilapor ke Dinas Pendidikan Provinsi sejak terjadi longsor dan sudah dikunjungi oleh Dinas Pendidikan dan TGUPP tapi belum ada penanganan sama sekali.

Baca Juga: Bela Jokowi Soal Ajakan Beli Bipang Ambawang, Ali Mochtar Ngabalin: Kenapa Ngga Boleh?

“Pemerintah harus segera menyikapi persoalan ini. Kasian anak didik dan guru-guru di sana. Setiap hujan mereka pasti was-was karena rawan terjadi longsor susulan,” terangnya.

Untuk itu, politisi Partai Golkar itu berharap dan meminta agar Pemprov Sulsel khususnya Dinas Pendidikan segera menangani persoalan tersebut agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan lancar.

JRM menjelaskan secara rinci kondisi serta struktur tanah di sekitar sekolah sangat labil dan berpasir. Ditambah lagi bangunan diatas permukaan sekolah yang sangat rawan karena unsur tanahnya mudah runtuh.

Sehingga solusinya adalah perlu dilakukan pematangan lahan dengan sistem trasering pentalutan dan tentu perhitungan yang matang. “Pembangunan atau pembuatan drainase yang mampu menjinakkan aliran air dan penghijauan di sekitar kawasan tersebut itu juga sangat penting,” urainya. {online24jam}

fokus berita : #Jhon Rende Mangontan