31 Mei 2021

Akankah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto Jadi Capres 2024?

Berita Golkar - Pesta pemilihan presiden 2024 memang masih jauh, namun riak-riaknya sudah terasa, termasuk di tubuh Partai Golkar. Si Pohon Beringin ingin mengusung ketua umum mereka, Airlangga Hartarto, menjadi calon presiden.

Dirangkum detikcom, Senin (31/5/2021), dalam dua gelaran pilpres terakhir yakni 2014 dan 2019, Golkar tidak punya calon presiden sendiri. Terakhir kali Golkar punya calon presiden yakni pada 2009 di mana Jusuf Kalla, ketua umum Golkar, maju sebagai calon presiden 2009.

Setelahnya, Golkar tak pernah mengusung ketua umum mereka sebagai calon presiden. Berbeda dari dua gelaran pilpres sebelumnya, Golkar berniat memajukan Airlangga sebagai calon presiden nantinya.

Baca Juga: Bamsoet Tegaskan Pancasila Sumber Dari Segala Sumber Hukum di Indonesia

"Ya kalau nama itu kan sudah diusung di dalam Munas dan itu tentu diperkuat di dalam rapimnas," ujar Airlangga saat ditemui di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (6/3/2021).

Untuk diketahui, syarat ambang batas calon presiden saat ini yakni 20% kursi DPR RI, atau setidaknya 115 kursi DPR RI atau memperoleh 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya. Golkar tentu tidak bisa mengusung calon presiden sendiri dan butuh koalisi karena hanya meraup 12,31%.

Bisakah Golkar memajukan ketua umum mereka, Airlangga Hartarto, sebagai capres 2024? Begini rekam jejak ketua umum Golkar di gelaran pilpres:

Baca Juga: Panggah Susanto Pimpin Golkar Jateng Silaturahmi Kebangsaan Dengan PKS dan Demokrat

1. Pilpres 2009

Mantan ketua umum Partai Golkar periode 2004-2009 Jusuf Kalla maju di Pilpres 2009 sebagai calon presiden berpasangan dengan Wiranto. Jusuf Kalla-Wiranto, yang diusung Golkar dan Hanura, harus mengakui keunggulan petahana Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

2. Pilpres 2014

Ketua Umum Partai Golkar periode 2009-2014 dan Januari-Mei 2016, Aburizal Bakrie, adalah sosok yang mendeklarasikan diri pada Juli tahun 2012 untuk menjadi capres 2014. Ical juga pernah menyebut hanya dirinya dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang memiliki 'boarding pass' maju ke Pilpres 2014.

Ical kemudian mengubah haluan dengan membuka kemungkinan maju hanya sebagai cawapres. Pada akhirnya Ical tidak jadi maju Pilpres 2014 dan Golkar mengusung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Ketua Umum Partai Gerindra dan PAN).

Baca Juga: Sugawa Korry Minta Airlangga Hartarto Buka Kembali Pintu Pariwisata Bali

3. Pilpres 2019

Pada Pilpres 2019, Partai Golkar tidak mengajukan atau pun memunculkan wacana memajukan calon presiden dari internal. Golkar adalah partai pertama yang menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali berlaga di pemilihan presiden. {news.detik}

fokus berita : #Airlangga Hartarto