09 Juni 2021

Endang Maria Astuti Prihatin Anggaran Kementerian PPPA Minim dan Fungsinya Terbatas Koordinatif

Berita Golkar - Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti memprihatinkan rendahnya anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Tanpa anggaran yang memadai, dia tidak yakin upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat dilakukan secara maksimal.

“Bahkan kami ingin, Kementerian PPPA itu tidak hanya perlu ditingkatkan anggarannya, melainkan lembaganya juga harus naik kelas menjadi kementerian teknis bukan kementerian koordinatif,” ujar Endang dalam siaran pers yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

Menurut Anggota Fraksi Partai Golkar ini, anggaran Kementerian PPPA Tahun 2021 senilai Rp279miliar. Anggaran ini sangat kecil untuk ukuran kementerian sebab masih harus dibagi untuk program-program perlindungan perempuan dan anak di 34 provinsi se-Indonesia.

Baca Juga: Dukung Kemhan Beli Alutsista Baru, Bobby Rizaldi: Punya Indonesia Sudah Ketinggalan Sejak 2008

Padahal, program perlindungan perempuan dan anak tidak akan optimal tanpa dukungan anggaran yang memadai. “Bayangkan saja, anggaran untuk satu kabupaten saja ada yang dalam APBD-nya mencapai Rp1 triliun, masak ini untuk kementerian hanya seperempatnya. Ini tidak layak,” ujarnya.

Apalagi, dia menambahkan, dalam rangka refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19 maka anggaran KemenPPPA Tahun 2021 dipotong lagi Rp12,4miliar sehingga menjadi Rp267miliar. “Makanya kami di KomisiVIII DPR RI menolak pemotongan anggaran KemenPPPA.” Katanya.

Anggota Dewan dari Dapil Jateng IV ini menambahkan, untuk efektivitas kerja KemenPPPA maka diperlukan peningkatan kelembagaan KemenPPA dari kementerian koordinatif menjadi kementerian teknis. “Dengan menjadi kementerian teknis maka upaya perlindungan perempuan dan anak dapat dilakukan secara maksimal,” demikian Endang Maria Astuti. {visi.news}

fokus berita : #Endang Maria Astuti