10 Juni 2021

Ekonomi Perlahan Pulih, Dito Ganinduto: Presiden Jokowi Responsif Hadapi Pandemi COVID-19

Berita Golkar - Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto mengatakan, memasuki Triwulan-II 2021 tren pertumbuhan ekonomi menunjukan arah pemulihan yang konsisten meski masih ada pandemi Covid-19. Salah satunya, meningkatkanya realisasi ekspor-impor.

Meski demikian, dia berharap semua pihak terus bergotong-royong untuk bisa segera bebas dari pandemi Covid-19.

"Berbagai kebijakan extraordinary dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak pandemi Covid-19. Meskipun pembiayaan dan defisit APBN saat ini harus dilakukan, namun masih dalam kondisi yang terukur dan tetap dijaga keberlanjutannya," kata Dito dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Masyarakat, Sugawa Korry Minta Pemprov Bali Jangan Pelit Realisasikan APBD

Politisi Golkar ini menjelaskan, pelebaran defisit di tahun 2020 tujuannya adalah merespon dampak Covid-19. Namun, usaha itu mulai terasa manfaatnya.

"Presiden Joko Widodo sangat responsif dalam menghadapi pandemi. Hal ini dibuktikan melalui kebijakan seperti intervensi di bidang kesehatan untuk program vaksinasi, Program Perlindungan sosial yang membantu daya beli masyarakat di tengah kondisi pandemi, kebijakan kluster dukungan UMKM dan korporasi membuat mayoritas penerima kebijakan bertahan selama pandemi, dan dukungan lainnya," tutur Dito.

Karenanya, dia berharap semua pihak bisa saling membantu menekan penyebaran Covid-19 agar bisa menghentikan pandemi ini. Selain program vaksinasi, rasa optimisme perlu dibangun.

Baca Juga: Gelar Doa dan Tahlil Kenang Seabad Soeharto, Golkar Jawa Timur: Mikul Dhuwur Mendhem Jeru

"Kita rumuskan dan diskusikan kebijakan-kebijakan apa ke depan untuk menjaga target-target perekonomian dan pembangunan yang bertujuan untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Dito.

Pastikan Kemajuan Ekonomi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memamerkan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Konferensi Tingkat Tinggi Partnering for Green Growth and The Global Goals 2030 (KTT P4G). Jokowi mengatakan, keberadaan UU Cipta Kerja untuk memastikan kemajuan ekonomi tidak merugikan lingkungan.

"Indonesia juga telah meluncurkan Undang-Undang Cipta Kerja sebagai wujud komitmen Indonesia untuk memastikan agar kemajuan ekonomi dan sosial masyarakat tidak merugikan lingkungan," ujar Jokowi sebagaimana dilihat dalam video yang diunggah di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Dave Laksono Ingatkan Pemerintah Omnibus Law Bidang Digital Jangan Tabrakan Dengan Aturan Lain

Dia mengajak pemimpin negara untuk lebih serius dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan. Jokowi menilai dibutuhkan cara-cara yang luar biasa untuk menghadapi masalah pembangunan keberlanjutan di masa depan.

"Kita perlu melakukan langkah-langkah fundamental untuk memastikan tercapainya pembangunan hijau di tataran global," kata dia. {liputan6}

fokus berita : #Dito Ganinduto