12 Juni 2021

Bukan Cuma di Tanjung Priok, Andi Rio Idris Padjalangi Minta Kapolri Sikat Premanisme di Seluruh RI

Berita Golkar - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberantas premanisne di seluruh Indonesia.

Menurut dia, tindakan tegas terhadap preman-preman yang kerap meresahkan masyarakat dan dunia usaha harus dilakukan di semua wilayah. "Jangan hanya (preman) di Tanjung Priok," ujar Andi Rio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (11/6).

Dia menjelaskan premanisme dalam bentuk pemalakan dengan mengancam masyarakat, sopir, dan pedagang masih terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: Andi Rio Idris Padjalangi Angkat Jempol Kapolri Gerak Cepat Berantas Premanisme

Andi Rio berharap instruksi Kapolri kepada seluruh Kapolda agar terkait pemberantasan premanisme harus dapat dilakukan secara nyata oleh jajarannya tanpa terkecuali.

Menurut dia, semua modus premanisme harus bisa ditangani. Mulai pemalakan dan ancaman kepada pelaku usaha, bahkan ada yang berupa teror dan gangguan terhadap kegiatan usaha mereka. "Kepolisian harus dapat mengungkap dan menangkapnya, jangan hanya diam dan membiarkannya," ujar Andi Rio.

Politikus Golkar itu mengapresiasi langkah cepat Kapolri dalam merespons perintah Presiden Jokowi terkait pungutan liar alias pungli kepada sopir truk di wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga: Tekan Kasus COVID-19, Golkar Jakarta Selatan Gelar Tes Genose dan Swab Antigen Massal

Selain itu, dia juga meminta kepolisian selalu hadir di tengah masyarakat agar permasalahan premanisme bisa dibereskan.

Pihak Polda, Polres dan Polsek di daerah harus membuka layanan yang mudah dihubungi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan terkait premanisme. "Jangan sampai sulit dihubungi, bahkan tidak mau merespons," pungkas Andi Rio.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menginstruksikan jajarannya bergerak cepat menindak tegas aksi premanisme yang menjadi atensi khusus dari Presiden Jokowi.

Dia juga menyatakan bagi kapolda dan kapolres yang belum bertindak akan ditegur. "Kalau belum bertindak juga, saya selaku kapolri yang akan tegur," ucap Jenderal Listyo dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Jumat. {jpnn}

fokus berita : #Andi Rio Idris Padjalangi