29 Juli 2021

SOS Nakes: Pemikiran Stratejik Membangun SDM Kesehatan di Masa Pandemi

Berita Golkar - Data awal Juli 2021 menyebutkan ada 460 orang dokter Republik Indonesia gugur akibat Covid-19. Dokter garda terdepan di rumah sakit- rumah sakit tersebut mulai dari dokter muda sampai para spesialis dan super spesialis.

Belum lagi nakes lainnya seperti perawat, bidan, analis, ahli kimia, dll. Data-box menyebutkan 1.066 nakes direnggut nyawanya oleh pandemi covid-19. Suatu kehilangan para profesional di bidang kesehatan yang luar biasa. Sulit membayangkan perlu berapa (puluh) tahun lagi dapat tercetak tenaga-tenaga ahli seperti mereka.

Rasanya dalam beberapa tahun ke depan bisa-bisa kita defisit dokter dan nakes bila tidak ada terobosan program strategis dari negara.

Kita belum pernah tahu kapan pandemi akan berakhir. Apakah akan selesai dalam 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, atau kapan? Menjadi sangat penting dan sangat strategis bila Pemerintah memikirkan juga untuk mencetak misalnya 2-3000 dokter umum, spesialis, dan nakes lainnya dg jumlah keahlian proporsional sesuai kebutuhan dalam waktu secepatnya.

Sepanjang pandemi fokus pemerintah masih berfokus kepada penyediaan vaksin, obat-obatan, alat kesehatan, pemakaman, dan lainnya yang berhubungan dengan penyembuhan pasien, perawatan jenazah sampai dengan pemakaman.

Di tenaga nakes mencetak bidan terapan, bidan profesi, ahli kesehatan masyarakat, perawat, 'mental health nurses', apoteker, analis, fisioterapis, ahli kimia kedokteran, care givers dll, dll, dll) menjadi krusial. Pendidikan tenaga-tenaga ini harus 100% dibiayai negara dan menjadi program terobosan sebagai pengganti mereka yang gugur dan antisipasi kebutuhan ke depan.

Bagaimana pun layanan tenaga-tenaga profesional di bidang kesehatan akan selalu dibutuhkan warga di provinsi mana pun, di pelosok mana pun, sampai kapan pun. Jangan sampai kebutuhan dasar akses kepada kesehatan terganggu akibat defisitnya tenaga terampil di bidang ini. Semoga masukan stratejik ini didengar pemerintah dan segera siapkan anggaran untuk kebutuhan mendesak ini.

Efin Nurtjahja, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar

fokus berita : #Efin Nurtjahja