30 Juli 2021

Kapasitas dan Kapabalitasnya Teruji, Hamka Baco Kady Gaspol Dongkrak Elektabilitas Airlangga

Berita Golkar - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto didorong sekaligus diusung sebagai Capres di 2024. Hal tersebut diputuskan melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I di Jakarta, 5-6 Maret lalu.

Anggota DPR RI Fraksi Golkar Hamka B Kady menyebut Rapimnas telah mengeluarkan keputusan luar biasa strategis karena percepatan konsolidasi organisasi itu sudah terurai dengan sangat baik.

“Pencapresan Airlangga Hartarto pada tahun 2024 mendatang adalah hasil kesepakatan kader seluruh Indonesia pada Rapimnas lalu,” ujar Hamka B Kady ditemui di Makassar, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Sesalkan Kekerasan Oknum TNI Terhadap Warga Disabilitas Papua, Adde Rosi: Tidak Profesional!

“Kami sebagai kader menilai itu keputusan terbaik karena saatnya Partai Golkar tampil dalam kepemimpinan nasional. Kader-kader partai Golkar sangat mumpuni untuk menjadi pemimpin nasional,” tegasnya melanjutkan.

Bagi Anggota Komisi V DPR ini, dan berdasarkan aspirasi masyarakat yang ia terima khususnya di Dapil I Sulawesi Selatan, rakyat secara nyata menginginkan adanya perubahan kepemimpinan pada 2024 mendatang.

Oleh karena itu, Seluruh kader Golkar tanpa adanya paksaan dan didorong dengan perasaan kebersamaan, satu suara bahwa sudah saatnya Golkar menjadi pemimpin nasional mulai tahun 2024.

“Melihat figur dari Partai Golkar, yang benar-benar tulen, sudah teruji kapasitas dan kapabilitasnya baik di legislatif apalagi sekarang menjadi Menko Perekonomian, Airlangga sangat layak didorong menjadi calon presiden 2024,” ungkapnya.

Baca Juga: Sarmuji Optimis Ekonomi Indonesia Bakal Segera Membaik, Ini Datanya

Hamka memastikan tidak ada keraguan bagi kader seluruhnya terkait pencapresan Airlangga, sisa melakukan langkah taktis hingga masyarakat tingkat bawah untuk mensosialisasikan Airlangga.

“Saya pun semakin yakin, masyarakat bisa melihat kerja-kerja Airlangga baik sebagai Menko maupun Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN),” tandasnya.

Menurutnya banyak langkah strategis yang Airlangga sudah lakukan, khususnya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi. Begitu besarnya kepercayaan Presiden Jokowi pada Airlangga. “Rakyat bisa melihat dan merasakan langsung hasil kinerja Airlangga selama ini,” katanya.

Baca Juga: Ace Hasan Ingatkan Pemprov Sumsel Transparan Gunakan Hibah Bantuan Rp.2 Triliun Dari Akidi Tio

Lebih lanjut kata Hamka, show up Airlangga sejak jauh-jauh hari Pemilu merupakan strategi jitu meraih simpati publik. Tentu dengan kerja-kerja politik yang simultan dan berkelanjutan.

Setiap saya turun ke Dapil, saya selalu mensosialisasikan Ailangga. Entah saat reses atau kegiatan lainnya, selalu saya dengungkan nama Airlangga. Dengan strategi ini, kita harus maju tiga langkah dari yang lain. Istilahnya, tak kenal maka tak sayang,” tegas dia.

Pada saatnya nanti, Airlangga akan road show, memperkenalkan door to door kepada rakyat. Selama ini, tekan Hamka, Airlangga tidak pernah mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Tapi fokus kerja dan kerja menyelesaikan target yang diberi Presiden.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum: Masih Banyak Masyarakat Abaikan Prokes

Terkait siapa nanti sosok pendamping Airlangga di Pilpres, Hamka tak ingin menebak-nebak. Biarlah semua bergulir sesuai mekanisme dan jalur yang benar. Pada saatnya nanti pun pasti akan diputuskan.

“Sosok pendamping Airlangga, banyak nama yang bermunculan. Itu akan bergulir dengan sendirinya. Kalau melihat sejarahnya, representasi Jawa dan non Jawa, itu juga efektif. Terbukti menang seperti SBY-JK dan Jokowi-JK. Tapi itu akan mengalir dan pada saatnya nanti akan diputuskan,” papar Hamka.

Yang terpenting saat ini, seluruh kader Golkar fokus mensosialisasikan sosok dan hasil kerja-kerja Airlangga. Ia menilai, yang dibutuhkan Indonesia adalah tehnokrat yang bisa membangun Indonesia secara keseluruhan. Apalagi 2024 mendatang fokusnya ke pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Baca Juga: 7 Tahun Kelautan Papua-Maluku Mati Suri, Robert J Kardinal: Menyedihkan! Nelayan Bertahan Auto Pilot

Tapi paling tidak, jelas dia, pendampingnya punya visi misi yang sama dalam menghadapi problematika kebangsaan ke depan. Khususnya krisis kesehatan dan ekonomi.

“Pendampingnya harus yang hebat dalam operasional sehingga kemampuannya bisa paralel dengan Airlangga yang jago ekonomi dan keuangan. Yang mau saya tegaskan, Airlangga harga mati. Tidak ada lagi riak-riak dualisme di bawah,” pungkas Hamka B Kady. {fajar}

fokus berita : #Hamka B Kady #Airlangga Hartarto