01 Agustus 2021

Pilpres 2024 Bakal Seru, Airlangga Dan Prabowo Sama-Sama Punya Kekuatan Besar dan Kader Militan

Berita Golkar - Dua pemimpin partai besar di Indonesia dipastikan akan berlaga di Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Dia adalah Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Partai Golkar Airlangga Hartanto. Keduanya sama-sama mempunya kekuatan besar dan mempunyai kader militan.

Nama Prabowo memang sudah sangat besar di Indonesia, apalagi selama ini Prabowo Subianto sudah 3 kali mengikuti Pemilihan Presiden. Berbeda dengan Airlangga Hartanto, ini merupakan kali pertama dirinya ikut dalam Pemilihan Presiden di Indonesia.

Kendati demikian, sepak terjang Airlangga Hartanto tidak bisa dianggap remeh. Sebab dia juga mempunya massa yang besar dan saat ini Golkar diketahui pemilik suara terbanyak. Airlangga Hartanto Ketua Umum Partai Golkar dipastikan akan maju di Pilpres 2024.

Baca Juga: Demi Masyarakat Bekasi, DPP Golkar Desak Kemendagri Lantik Wakil Bupati Terpilih Akhmad Marjuki

Dirinya dinilai mempunyai semua syarat untuk maju sebagai Presiden. Pastinya, jika dia maju dia akan menjado pesaing berat Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mendatang. Sebab Partai Grindra juga megusung Prabowo dalam Pilpres mendatang.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, merupakan satu di antara putra terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Karena itu, Airlangga sangat layak diusung dan didukung untuk maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Ketua Satkar Ulama Kabupaten Karawang, KH. Sya'roni Ma'shum, mengatakan bahwa ada tiga syarat bagi seseorang untuk bisa maju menjadi Capres. Pertama, punya kemampuan. Kedua, punya kemauan. Ketiga, punya kesempatan.

Baca Juga: Terungkap! John Kenedy Azis Sebut Praktik Sunat-Menyunat Uang Bansos Sudah Lama Berlangsung

"Tiga syarat itu harus dimiliki oleh calon. Memenuhi dua syarat saja, tidak mungkin bisa maju," kata Sya'roni melalui keterangannya, Minggu (1/8/2021).

Punya kemauan tapi tak punya kemampuan, sama saja sudah kalah sebelum bertanding. Punya kemampuan tapi tak punya kemauan, hanya akan sia-sia saja. Punya kemampuan dan punya kemauan, tapi tak punya kesempatan, hanya akan jadi angan-angan saja.

"Pak Airlangga itu punya kemampuan dan punya kesempatan. Tinggal beliau mau diusung jadi Capres atau tidak. Kalau mau, berarti syaratnya sudah lengkap," katanya.

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan juga Menteri koordinator bidang Perekonomian, kemampuan Airlangga untuk memimpin Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Baca Juga: Kader Golkar Sultra Bagikan Sembako Untuk Warga Terdampak COVID-19 Di Kota Kendari

"Banyak orang yang mau dan ingin sekali jadi Capres, tapi sebenarnya dia tak punya kemampuan. Negara ini terlalu sayang dan beresiko bila dipimpin oleh orang seperti ini," ujarnya.

Ada juga, lanjut Sya'roni Ma'shum, tokoh yang punya kemampuan dan juga punya kemauan, tapi belum tentu punya kesempatan. Contohnya adalah para tokoh yang menurut lembaga survei memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, tapi bukan pengurus inti atau ketua umum partai politik.

"Indonesia menggunakan sistem presidential threshold. Seseorang bisa maju Pilpres, bila diusung oleh partai politik atau koalisi partai yang memiliki 20 persen dari jumlah kursi DPR," katanya.

20 persen dari jumlah kursi DPR itu berarti sekitar 115 kursi. Periode ini, Partai Golkar memiliki 85 kursi di DPR atau terbesar kedua setelah PDIP. Itu artinya, Golkar cukup berkoalisi dengan satu partai untuk dapat mengusung pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Donor Plasma Konvalesen Bersifat Sosial, Melki Laka Lena: Jangan Jadi Ajang Bisnis Hingga Penipuan

"Kans Airlangga untuk jadi Capres sangat besar. Tinggal bagaimana memaksimalkan waktu yang masih ada sekitar tiga tahun menuju Pilpres 2024 ini, untuk menaikkan elektabilitas Pak Airlangga," katanya.

Ditambahkan Sya'roni, Partai Golkar adalah partai besar yang punya banyak pengalaman, baik di legislatif dan eksekutif. Sekarang tinggal memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk memenangkan Pemilu dan sekaligus Airlangga sebagai Presiden RI.

"Beliau ini memiliki kemampuan manajerial dan leadership yang sangat mumpuni. Seorang teknokrat yang cinta tanah air, konsisten dan komitmen terhadap tugas, agamis dan rendah hati. Sangat pantas untuk memimpin Indonesia di masa mendatang," pungkas anggota Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang ini.

Baca Juga: Wagubsu Musa Rajekshah Santuni Korban Tsunami Aceh Yang Tinggal di Kolong Jembatan Sungai Deli

Gerinda Usung Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali diusung menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Pengumuman partai Gerindra kembali mengusung Prabowo Subianto maju Capres 2024 diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman.

Namun Habiburokhman menyebutkan dirinya masih belum mendapat persetujuan resmi dari Prabowo. Hingga tahun 2024 mendatang, pihak partai akan terus menanyakan kesediaan Prabowo dalam kontestasi politik tersebut.

"Adapun kesanggupan, kesediaan dari Pak Prabowo akan kami tanyakan sepanjang waktu ini sampai tahun 2024. Kalau mengacu pada 2019, pak Prabowo pada akhirnya mau menerima setelah menilai situasi dan kondisi politik terakhir," sambungnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Dorong Modernisasi Koperasi Agar Adaptif Dan Memiliki Daya Saing Tinggi

"Kami seluruh kader partai Gerindra, bertekad untuk mencalonkan kembali pak Prabowo sebagai calon presiden pada tahun 2024", ungkap Habiburokhman dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (1/6/2021).

Belum Tentukan Calon Wakil Presiden

Meski telah menentukan Prabowo sebagai calon presiden di Pilpres 2024 mendatang, Habiburokhman mengaku masih belum menentukan sosok wakil presiden yang cocok mendampingi Prabowo.

Untuk sekarang ini pihaknya masih fokus untuk mengantarkan Prabowo menjadi Capres yang kompetitif pada tahun 2024 mendatang.

Baca Juga: Musda Golkar Rohil, Ketua Golkar Riau Syamsuar: Golkar Tetap di Hati Masyarakat

"Soal siapa Calon Wakil Presidennya kami belum membahas. Saat ini kami masih fokus pada bagaimana partai Gerindra ini, sebagai mesin politik mampu mengantarkan Pak Prabowo sebagai Capres yang kompetitif pada 2024 dan akhirnya terpilih," ujar Habiburokhman.

Lebih lanjut, Habiburokhman menuturkan, untuk sekarang ini pihaknya akan melakukan pembangunan partai hingga perapian organisasi. Mulai dari tingkat yang paling bawah sampai dengan tingkat yang paling atas.

"Jadi kami melakukan pembangunan partai, perapian organisasi dari tingkat yang paling bawah sampai dengan tingkat yang paling atas," pungkasnya. {batam.tribunnews}

fokus berita : # Airlangga Hartarto #prabowo subianto