27 Agustus 2021

Kurangi Beban Impor Nasional, Lamhot Sinaga Dorong Kemandirian dan Kedaulatan Industri Nasional

Berita Golkar - Anggota Komisi VII DPR RI, dari Fraksi Golkar, Ir Lamhot Sinaga menyoroti tentang arah pembangunan industri nasional, pada rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian, Rabu ( 25/8/2021) di ruang rapat Komisi VII Gedung Nusantara 1, Kompleks Parlemen Jakarta.

Dalam rapat perdana Lamhot Sinaga sebagai anggota Komisi VII membidagi Energi Riset dan Teknologi, wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara II ini mengatakan arah pembangunan industri yang mandiri dan berdaulat, industri yang maju dan berdayasaing serta industri yang berkeadilan, diterapkan Kementerian Perindustrian saat ini selaras dengan cita cita para founding father.

Dimana, dulu di awal Kemerdekaan Republik Indonesia, Bung Karno pernah bertanya kepada Ir. Djuanda, jika bangsa ini ingin berdaulat Industri apa yang pertama harus dibangun. Ir. Djuanda dan kawan-kawan merekomendasikan untuk mengawali pembangunan industri pupuk.

Baca Juga: Elektabilitas Airlangga Merangkak Naik, Nusron Wahid: Figurnya Njawani-Ngayomi

Yang tujuannya agar Indonesia sebagai negara agraris dan penduduknya yang mayoritas petani mempunyai kedaulatan dalam memajukan pertaniana.

Pada tahun 1952 industri pupuk pertama pun dibangun yakni pabrik pupuk Sriwijaya di Palembang, seterusnya berkembanglah industri pupuk nasional seperti, pupuk Kaltim, pupuk, Kujang, Petrokimia Gresik. Selain industri pupuk kemudian berkembang juga industri migas Pertamina, bahkan industri strategis nasional seperti Krakatau Steel, industri pertambangan Inalum di Sumatera Utara

Namun, di Era Reformasi industri kita mengalami kemunduran, bahkan hampir tidak ada lagi industri pionir yang lahir di Era Reformasi ini. Oleh karena, Lamhot Sinaga yang baru di rotasi dari Komisi VI ke Komisi VII itu menyambut baik arah pembangunan industri nasional yang akan dilaksanakan Kementerian Perindustrian ini.

Baca Juga: Salurkan Bansos di 2 Kecamatan di Buton, Bupati La Bakry Tegaskan Pentingnya Vaksinasi

“Demi kemandirian dan kedaulatan industri kita, sekaligus untuk mengurangi beban importasi yang saat ini sudah melewati ambang batas, ujar Lamhot Sinaga sembari megajak rekan- rekannya di Komisi VII DPR RI untuk mendukung dan ikut serta mendorong Kementerian Perindustrian melahirkan industri pionir dalam rangka mengurangi beban importasi nasional.

Selain itu, wakil rakyat yang rajin mengunjungi daerah pemilihannya ini mendorong penambahan anggaran untuk Kementerian Perindustrian. Mengembangkan dan mengembalikan kejayaan industri kita, anggaran merupakan hal yang penting sehingga memudahkan Kementerian Perindustrian menjalankan program-programnya dan mampu memunculkan wira usaha baru (WUB), tukasnya

Mencermati pemaparan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang menyampaikan bahwa utilisasi industri sudah membaik di awal pandemi yakni dari 20 persen, saat ini telah menjadi 70 persen, demikian juga pertumbuhan industri pengolahan non migas triwulan kedua semakin membaik, kontribusi ekspor sektor industri yang naik 78 persen.

 

Baca Juga: Bamsoet: Pandemi COVID-19 Jangan Jadi Penghalang Perjuangkan Nilai Kebangsaan

Bahkan kementerian Perindustrian memecahkan record dengan purchasing managers index (PMI) di level 55,3. Saya sangat mengapresiasi kinerja Kementerian Perindustruan ini, karena indikator-indikator di atas akan melahirkan optimisme kita demi harapan baru menyongsong era kebangkitan industri nasional ke-depan.

”Saya pikir mendorong penambahan anggaran ini bisa jadi fokus sebab kita mempunyai skenario arah pembangunan industri yang memberikan harapan optimisme dan ini tetap kita kawal melalui di Komisi VII supaya arahnya itu jelas,’ tandas Lamhot Sinaga. {waspada}

fokus berita : #Lamhot Sinaga