28 Agustus 2021

Pulau Tambelan Di Bintan Dilelang Rp.1,4 Triliun, Gubernur Kepri Ansar Ahmad Terkejut

Berita Golkar - Pulau Tambelan atau Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diisukan dilelang Rp 1,4 triliun di Instagram. Hal ini langsung membuat heboh masyarakat di Pulau Tambelan. Begitu dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang langsung “panas” mendengar informasi tersebut.

Melalui telepon, Ansar mengaku kaget dengan informasi yang menyebutkan adanya pelelangan Pulau Tambelan atau Kecamatan Tambelan tersebut.

Gubernur Kepri: Pulau Tambelan tak mungkin dijual

Bahkan mantan Bupati Bintan dua kali priode ini meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri pemilik akun yang melelang pulau yang berdekatan dengan Provinsi Kalimantan Barat tersebut.

Baca Juga: Salim Fakhri Serahkan 21 Ton Bibit Bawang Merah Ke Masyarakat di 16 Kecamatan di Aceh Tenggara

“Saya akan suruh dinas terkait untuk menindaklanjuti kabar yang membuat heboh masyarakat Kepri, Khususnya masyarakat Tambelan dan minta aparat penegak hukum untuk menelusuri akun Instagram yang telah memosting isu tersebut,” kata Ansar, Jumat (27/8/2021).

Ansar menjelaskan bahwa Pulau Tambelan tidak mungkin dijual, mengingat pulau tersebut kepemilikannya bukan satu atau dua orang. Akan tetapi banyak orang.

“Itu pulau bukan pulau sembarang, banyak orang yang memilikinya, buka satu atau dua orang termasuk banyak aset-aset pemerintah yang ada di Pulau Tersebut,” jelas Ansar.

Baca Juga: Suhartina Bohari Rombak Struktur Golkar Maros, Ini Susunan Kepengurusan Barunya

Banyak aset pemerintah di Pulau Tambelan

Ansar menambahkan saat ini aset pemerintah yang ada di Pulau Tambelan di antaranya, Bandara, aset pendidikan, kesehatan dan fasilitas pemerintah yang lainnya.

Ia mengaku secepatnya akan melakukan koordinasi dengan kecamatan Tambelan agar isu seperti tidak bermunculan lagi, karena dapat memicu kegaduhan ditengah masyarakat.

Lebih jauh ansar mengatakan, jika Pulau Tambelan akan dimanfaatkan untuk pengembangan investasi, pemerintah tidak akan melarang asalkan melalui mekanisme prosedur yang berlaku, yakni melalui penanaman modal asing (PMA) atau penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Baca Juga: Melki Laka Lena Usulkan Pejabat Publik Dapat Vaksin Booster Setelah Nakes, Ini Alasannya

“Saya kira itu tidak dilarang oleh pemerintah karena memenuhi prosedur dan kaidah-kaidah ketentuan perundangan yang berlaku, melalui skema PMA atau PMDN,” terang Ansar.

Polisi pastikan Pulau Tambelan tidak dijual, kini buru pengunggah postingan Senada juga diungkapkan Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung yang memastikan Pulau Tambelan tidak dijual.

“Isu tersebut tidak benar, pulau Tambelan tidak dijual dan hal ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Tambelan dan Camat Tambelan,” kata Tidar.

Baca Juga: Cen Sui Lan Perjuangkan Pembangunan Sekolah Lapang Iklim BMKG Di Tanjungpinang

Tidar menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Pemeliharaan Pengelolaan Perbatasan dan Pertanahan. Dan lagi-lagi hal itu dinyatakan tidak benar.

“Saat ini kami sedang menelusuri akun yang pertama kali memosting kabar tersebut dan kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta mengumpulkan bahan-bahan keterangan seputar Pulau Tambelan ini,” pungkas Tidar. {radaraktual}

fokus berita : #Ansar Ahmad